Prabowo Bakal Tinjau Langsung Penanganan Gempa NTT Hari Ini

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 08:19
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di mimbar kehormatan dalam prosesi Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Arsip - Presiden RI Prabowo Subianto berdiri di mimbar kehormatan dalam prosesi Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan bencana berjalan optimal.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kunjungan Prabowo bertujuan memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi serta penanganan di lapangan berjalan dengan baik.

"Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 26 Agustus 2026, untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik," kata Prasetyo dalam keterangannya, Rabu, 26 Agustus 2026 pagi.

Menurut Prasetyo, kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait dalam menangani dampak gempa di Pulau Flores, NTT.

Ia menjelaskan bahwa sejak awal Presiden telah menginstruksikan agar penanganan kondisi darurat dan distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak dilakukan secara cepat, terarah, dan merata.

Baca Juga: Netanyahu Diduga Ingin Tunda Pemilu Israel di Tengah Elektabilitas Merosot

"Melalui Sekretariat Presiden misalnya, sejak 15 hingga 24 Agustus 2026 telah disalurkan bantuan logistik dan perlengkapan, antara lain 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, 10,29 ton air mineral, serta obat-obatan, tenda, selimut, matras, peralatan komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan," ujarnya.

Pemerintah juga terus memperkuat layanan kesehatan bagi warga yang terdampak gempa dengan mengerahkan berbagai fasilitas kesehatan untuk mendukung penanganan di lokasi bencana.

Salah satunya melalui KRI Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut yang telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai. Kapal tersebut akan dimanfaatkan sebagai rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"Sementara Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur, untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat," kata Prasetyo.

Pemulihan Dilanjutkan Setelah Tanggap Darurat

Warga mengungsi di lokasi pengungsian akibat rumah mereka rusak di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) <b>(Antara)</b> Warga mengungsi di lokasi pengungsian akibat rumah mereka rusak di Pota, Sambi Rampas, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) (Antara)

Prasetyo menegaskan penanganan bencana gempa di NTT tidak hanya berfokus pada masa tanggap darurat. Pemerintah akan melanjutkan proses pemulihan secara bertahap setelah fase darurat berakhir.

"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ujar Prasetyo.

Gempa sebelumnya mengguncang sejumlah wilayah di NTT dan menimbulkan banyak korban. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 24 Agustus 2026, jumlah korban meninggal dunia mencapai 100 orang.

"Per hari ini yang meninggal dunia ada 100, ya, kemudian luka-luka 1.603 jiwa, mengungsi 180.327 jiwa," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Senin, 24 Agustus 2026.

Suharyanto menjelaskan peningkatan jumlah korban meninggal terjadi setelah sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan akhirnya tidak dapat diselamatkan.

"Sehingga yang semula di hari pertama [dan] hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," ujarnya.

TERKINI

AS Perluas Sanksi, Janji Lumpuhkan Ekonomi Iran

Luar Negeri Rabu, 26 Agu 2026 | 09:10 WIB

Belasan Ruko Terbakar di Pontianak

News Rabu, 26 Agu 2026 | 09:00 WIB

Yang Digali Bukan Hanya Mineral, tetapi Juga Harapan

Nasional Rabu, 26 Agu 2026 | 08:23 WIB

Prabowo Bakal Tinjau Langsung Penanganan Gempa NTT Hari Ini

Nasional Rabu, 26 Agu 2026 | 08:19 WIB

AS Coret Suriah dari Daftar Sponsor Terorisme

Luar Negeri Rabu, 26 Agu 2026 | 07:20 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close