5 Batalyon TNI Dikerahkan Bantu Penanganan Gempa NTT

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 16:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto langsung menggelar rapat untuk membahas penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) Presiden RI Prabowo Subianto langsung menggelar rapat untuk membahas penanganan gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa lima Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Laporan tersebut disampaikan Piek dalam rapat terbatas penanganan bencana bersama Prabowo, Rabu, 26 Agustus 2026.

“Siap izin melaporkan bapak. Untuk di Pulau Flores, satu Batalyon TP. Kemudian di NTT sendiri semuanya ada 5. 1 di Flores, 2 di Pulau Timor, 2 ada di Pulau Sumba,” kata Piek.

Menurut Piek, dua batalyon yang berada di Pulau Timor turut dimobilisasi menuju Pulau Flores untuk memperkuat upaya penanganan bencana dan membantu masyarakat terdampak.

Prabowo kemudian memastikan kembali pengerahan pasukan tersebut untuk membantu warga yang terdampak gempa. Piek memastikan seluruh personel yang dibutuhkan telah dikerahkan.

“Siap sudah. Seluruhnya TNI ada 7.879 personel,” ujar dia.

Selain mengerahkan personel, TNI juga menyiapkan kapal ADRI untuk mendukung layanan kesehatan bagi para korban gempa. Kapal tersebut difungsikan sebagai rumah sakit terapung dan kini berada di Pelabuhan Reo.

Piek menambahkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) turut memberikan tambahan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk menunjang operasional kapal rumah sakit tersebut.

Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dalam rapat yang sama juga melaporkan berbagai peralatan yang telah dikerahkan untuk mendukung proses penanganan gempa di NTT.

Baca Juga: Prabowo Minta Tiap Provinsi Punya Lumbung Cadangan Makanan untuk Hadapi Bencana

Peralatan tersebut meliputi ambulans, ekskavator, hingga dump truck. Sejumlah alat berat juga dapat dimanfaatkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam proses penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.

“Kami juga mengerahkan yang ada di Kodam Udayana, ambulans, kemudian ada ekskavator, dump truk yang mungkin kemudian dimanfaatkan oleh kementerian PU. Di Yon TP ini kan ada 2 ekskavator pak. Kemudian Pangdam Udayana memobilisasi dari tempat-tempat lain,” jelas Tandyo.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan data BNPB hingga Selasa (25/8/2026), bencana tersebut menyebabkan 103 orang meninggal dunia dan 1.666 orang mengalami luka-luka.

“Pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal, menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Plt Kapusdatin dan Komunikasi BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 41 orang. Berikutnya Kabupaten Manggarai Timur dengan 34 korban, sementara korban lainnya tersebar di Nagekeo dan sejumlah kabupaten lain.

Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 55 persen korban meninggal dunia merupakan perempuan dan 45 persen laki-laki. Dari kelompok usia, lansia menjadi kelompok dengan jumlah korban terbanyak, yakni 45 persen, disusul orang dewasa 37 persen, anak-anak dan remaja 12 persen, serta sisanya balita dan batita.

Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 1.666 orang.

“Kami mendapat tambahan angka sebesar 63 orang yang luka-luka, sehingga total yang kami catat adalah sebesar 1.666 orang,” ungkap Berton.

Korban luka terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai Timur, dengan 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan. Di Kabupaten Manggarai, tercatat 58 orang mengalami luka berat dan 474 orang mengalami luka ringan.

HIGHLIGHT

x|close