Pemerintah Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami Pascagempa Flores

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Agu 2026, 17:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung kondisi pengungsi dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk membantu percepatan pemulihan bencana di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026). Presiden Prabowo Subianto saat meninjau langsung kondisi pengungsi dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk membantu percepatan pemulihan bencana di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memperkuat penanganan dan mitigasi bencana gempa bumi di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk melalui sistem peringatan dini tsunami. Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo Subianto, pada Rabu, 26 Agustus 2026, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, melaporkan bahwa sistem peringatan dini telah bekerja cepat sejak gempa terjadi.

“Ketika terjadi gempa, maka kurang dari 3 menit kita harus menginformasikan dan menyampaikan potensi tsunami akan terjadi di mana. Jadi tepat 2 menit 16 detik, BMKG mengumumkan ke semua kanal, semua media, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan penyelamatan sebelum tsunami terjadi,” ucap Kepala BMKG.

Kecepatan sistem peringatan tersebut, menurutnya, turut berkontribusi dalam meminimalkan dampak tsunami yang terjadi di sejumlah wilayah. Kepala BMKG turut melaporkan tsunami terjadi di sejumlah wilayah di bagian utara Pulau Flores dengan ketinggian hingga 2,5 meter.

“Ini merupakan hal yang baik dibanding dengan kejadian yang sama tahun 1992, 7,8 magnitude, kedalaman 32 kilometer, itu korbannya sampai 2.000 orang, khususnya karena tsunami. Nah jadi karena kita sekarang memiliki 2.000 aloptama (alat operasional utama) sensor terkait kegempaan, di mana 175 ada di provinsi ini, itu membuat kita dapat memberikan _warning_ yang baik pada masyarakat,” katanya.

Baca Juga: PSI Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Akan Lawan Upaya Menjatuhkan Pemerintahan

Selain memastikan kesiapsiagaan sistem peringatan dini, pemerintah juga memberikan edukasi untuk meredam kekhawatiran masyarakat mengenai potensi gempa besar lainnya maupun tsunami. Bersama dengan pemerintah daerah, BMKG terus memberikan pemahaman terkait kondisi kegempaan secara tepat kepada masyarakat.

“Masyarakat khawatir sekali sampai staf BMKG ditahan di posko-posko agar mereka merasa nyaman, tenang, takut ada gempa susulan dan sebagainya. Nah sekarang sudah mulai kembali ke rumah, rumahnya juga kondisinya satu lantai dan jarang-jarang. Ini kadang mengambil bantuan ke posko, tapi nanti kembali ke rumah jika kerusakannya ringan, tidak membahayakan. Ini kami memberikan pemahaman seperti itu,” jelasnya.

HIGHLIGHT

x|close