Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menyampaikan bahwa kapal induk Giuseppe Garibaldi atau KRI Gajah Mada akan dioperasikan selaras dengan Doktrin Perisai Trisula Nusantara.
"Saat ini juga sedang dilaksanakan giat refreshing take off landing Trimatra khususnya bagi pilot TNI AU dan TNI AD," kata Tunggul saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (26/8).
Untuk mendukung kesiapan operasional tersebut, sejumlah penerbang dari ketiga matra TNI telah menjalani latihan berupa simulasi pendaratan di Markas Pusat Penerbangan AL (Puspenerbal) Juanda, Surabaya. Namun, pihak TNI AL belum merinci jenis alutsista udara mana saja yang nantinya disiapkan untuk mendarat di atas landasan pacu KRI Gajah Mada.
Tunggul turut menegaskan bahwa TNI AL tidak berniat memproyeksikan kapal induk ini untuk operasi invasi atau manuver militer ke negara lain.
"Untuk Garibaldi rencana akan dioperasikan berfokus kepada operasi militer selain perang (OMSP) seperti penyaluran bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam," jelasnya, sembari membuka peluang pemanfaatan kapal untuk misi diplomasi antarnegara.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa kehadiran kapal induk buatan galangan Fincantieri, Italia, ini menjadi pijakan bagi TNI AL untuk bertransisi secara bertahap dari konsep pertahanan Green Water Navy menuju Blue Water Navy.
"Kita harapannya bisa menjadi Green Water Navy dulu sebelum menjadi Blue Water Navy," ujar Ali di Dermaga Kolinlamil, Jakarta.
Sebagai informasi, Blue Water Navy merujuk pada kekuatan angkatan laut berskala besar yang sanggup beroperasi hingga mengarungi samudra lintas negara. Sementara Green Water Navy berfokus pada kekuatan militer menengah untuk menjaga dan memperkuat pengawasan wilayah laut nasional.
Ali menambahkan, meski KRI Gajah Mada berpotensi meningkatkan kapasitas TNI AL menuju Blue Water Navy, pemanfaatannya tetap diprioritaskan untuk misi non-agresif.
"Kita mungkin bisa menjadi Blue Water Navy, tetapi bukan untuk invasi. Untuk melaksanakan kegiatan diplomasi yang sifatnya goodwill, port visit, misalnya operasi militer selain perang (OMSP), bantuan kemanusiaan, dan itu sangat berfungsi dan bermanfaat," tutur Ali. Saat ini, TNI AL masih memprioritaskan pembenahan armada demi mengokohkan konsep Green Water Navy.
Arsip Foto - Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul saat jumpa pers di Kolinlamil Jakarta, Kamis (15/1/2026). (Antara)