Kabut Asap Karhutla RI Ancam HUT Malaysia, PM Anwar Ajak Warga Berdoa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 09:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu 1 April 2026. (ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim) Arsip tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu 1 April 2026. (ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim) (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengajak masyarakat untuk berdoa agar kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia segera berkurang. Kondisi tersebut menjadi perhatian menjelang perayaan Hari Kebangsaan Malaysia pada 31 Agustus 2026.

Anwar mengatakan pemerintah Malaysia tengah mempersiapkan rangkaian perayaan Hari Kebangsaan yang kemudian dilanjutkan dengan Hari Malaysia pada 16 September. Namun, kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap menjadi salah satu ancaman terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan, terutama di sejumlah wilayah seperti Sarawak.

"Kami juga sedang mempersiapkan perayaan Hari Kebangsaan Malaysia, yang kemudian dilanjutkan dengan Hari Malaysia. Hari Kebangsaan jatuh pada 31 Agustus dan Hari Malaysia pada 16 September," ucap Anwar dalam pidato peluncuran perayaan ulang tahun ke-80 Telekom Malaysia, Rabu, 26 Agustus 2026/

"Kita berdoa kepada Allah agar kabut asap dapat dikendalikan sehingga perayaan dapat dilaksanakan," katanya menambahkan, seperti dikutip dari The New Straits Times, Kamis, 27 Agustus 2026.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi Malaysia Datuk Seri Fahmi Fadzil menyampaikan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan perubahan skala maupun lokasi sejumlah agenda Hari Kebangsaan 2026 apabila kondisi kualitas udara terus memburuk.

Baca Juga: Indonesia, Malaysia, Singapura Perkuat Komitmen Jaga Selat Malaka Tetap Aman

Keputusan terkait pelaksanaan kegiatan nantinya akan ditetapkan Ketua Sekretaris Negara Tan Sri Shamsul Azri Abu Bakar setelah melakukan pembahasan dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya Kementerian Komunikasi, Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan, Departemen Meteorologi Malaysia, Kementerian Pendidikan, serta Kementerian Kesehatan.

Fahmi juga mengatakan pemerintah akan meninjau kembali pelaksanaan Malam Hari Kebangsaan yang dijadwalkan pada 30 Agustus di Dataran Merdeka. Acara tersebut diselenggarakan secara bersama oleh Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) dan CIMB.

Aspek kesehatan dan keselamatan turut menjadi perhatian karena sekitar 1.500 siswa sekolah menengah dari tiga negara bagian dijadwalkan terlibat dalam pertunjukan grafis manusia. Kondisi udara akan menjadi salah satu pertimbangan sebelum keputusan akhir mengenai acara tersebut ditetapkan.

Sehari sebelumnya, sebanyak 30 wilayah di Malaysia mencatat indeks polusi udara (API) dalam kategori tidak sehat. Putrajaya menjadi salah satu wilayah dengan tingkat polusi tinggi dengan angka API mencapai 155.

Pada Rabu (26/8) hingga pukul 15.00 waktu setempat, API Putrajaya masih berada pada level 155 atau kategori tidak sehat. Meski demikian, jumlah wilayah di Malaysia yang masuk kategori tidak sehat secara nasional telah menurun menjadi 10 wilayah.

Dalam sistem API Malaysia, angka 0-50 dikategorikan baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 masuk kategori berbahaya.

Direktur Jenderal MetMalaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip sebelumnya memperkirakan kabut asap di sejumlah wilayah Malaysia masih akan bertahan hingga pembakaran terbuka di negara tetangga dapat dikendalikan.

Saat ini, angin dari wilayah Kalimantan dan Sumatra membawa kabut asap lintas batas menuju Sarawak serta kawasan pesisir barat Semenanjung Malaysia.

Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesediaannya memberikan bantuan kepada Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan, termasuk kebakaran di kawasan gambut.

HIGHLIGHT

x|close