Ntvnews.id, Jakarta -Jumlah korban yang dinyatakan hilang menyusul bencana longsor lumpur di dekat perlintasan perbatasan Gyirong (Jilong) antara China dan Nepal melonjak drastis hingga menyentuh angka 558 orang. Perkembangan data tersebut dilaporkan oleh media penyiaran resmi China Central Television (CCTV).
Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dari data sebelumnya yang mencatat sebanyak tiga orang meninggal dunia dan 265 orang dinyatakan hilang.
Mengutip laporan kantor berita Xinhua, peristiwa longsor lumpur berskala besar ini bermula dari wilayah Nepal pada Rabu (26/8/2026) pagi. Ditembusnya material longsor hingga ke kawasan sekitar perlintasan perbatasan Gyirong di Shigatse, Wilayah Otonom Tibet, memicu dampak bencana luas di sekitar koridor perbatasan kedua negara tersebut.
Ilustrasi banjir bandang di perbatasan China-Nepal. (Antara)