Gunung Semeru Terbakar, 170 Pendaki Berhasil Dievakuasi dalam Kondisi Selamat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 14:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sejumlah wisatawan berfoto saat mengunjungi Danau Ranukumbolo di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Arsip foto - Sejumlah wisatawan berfoto saat mengunjungi Danau Ranukumbolo di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan sebanyak 170 pendaki yang dievakuasi dari Gunung Semeru, Jawa Timur, akibat kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang dalam kondisi aman.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengonfirmasi bahwa seluruh pendaki yang berada di area perkemahan telah bergerak turun dengan pengawalan ketat oleh Pemandu Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).

"Untuk saat ini seluruh pendaki yang berjumlah sekitar 170an orang dalam proses turun dan didampingi oleh PPGST, semuanya dalam kondisi aman dan kondusif," kata Endrip melalui pesan singkat di Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

Endrip menjelaskan bahwa para pendaki yang dievakuasi tersebut sebelumnya berkemah di Ranu Kumbolo, yang merupakan satu-satunya lokasi camping ground resmi di kawasan jalur pendakian Gunung Semeru.

"Sehingga, tidak ada ada lokasi (perkemahan) lainnya," ucapnya.

Guna mengantisipasi potensi kendala teknis selama perjalanan turun, tim pemandu bersama petugas TNBTS dari pos Ranu Pani telah dikerahkan naik menyusuri jalur pendakian untuk bersiaga menyambut para pendaki.

"Untuk mengantisipasi apabila terdapat kendala selama proses turun para pendaki," ujarnya.

Langkah evakuasi ini menyusul keputusan Balai Besar TNBTS yang telah menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Semeru sejak Rabu, 26 Agustus 2026. Keputusan tersebut dituangkan resmi dalam Surat Pengumuman Nomor: PG.20/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026.

Kebijakan penutupan ditempuh demi mendukung kelancaran pemadaman titik api di kawasan jalur pendakian serta menjamin keselamatan para pengunjung. Pihak Balai Besar TNBTS menegaskan penutupan jalur pendakian ini berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close