Ntvnews.id, Jakarta - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka sempat berada dalam situasi yang tidak kondusif saat menemui massa dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026.
Rieke sebelumnya keluar dari Gedung DPR untuk menemui pengunjuk rasa sekaligus mendengarkan aspirasi mereka. Ia bersama sejumlah anggota DPR lainnya, di antaranya Andre Rosiade dan Ahmad Heryawan (Aher).
Rieke kemudian didampingi petugas keamanan, pengamanan dalam (pamdal), serta staf atau tenaga ahlinya. Setelah menyampaikan bahwa DPR RI telah menerima aspirasi massa, Rieke dan sejumlah anggota DPR turun dari mobil komando yang digunakan dalam aksi.
Saat berada di tengah kerumunan, Rieke mendapat sejumlah respons dari massa. Ia sempat terdesak dan kemudian meminta para pengawalnya untuk terus bergerak. Rieke juga masih sempat menjawab pertanyaan dari sejumlah wartawan.
Situasi kemudian berubah ketika seorang pria yang mengenakan helm biru, jaket, dan masker hitam terlihat mendekati serta mengikuti Rieke dari arah belakang.
Sebilah golok yang berhasil diamankan dari pria berhelm biru. (NTVNews.id)
Seorang pria berkacamata dan mengenakan topi kemudian berupaya menghentikan pria berhelm tersebut. Keduanya sempat terlibat tarik-menarik sebelum pria berhelm berhasil melepaskan diri dan menjauh dari lokasi.
Keributan tersebut kemudian menarik perhatian massa. Pria berkacamata itu menyebut bahwa pria berhelm membawa senjata tajam.
"Bawa golok, dia bawa golok, provokator bawa golok," kata pria berkacamata dan bercelana jins tersebut, Kamis, 27 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut memicu reaksi sejumlah pengunjuk rasa. Beberapa orang kemudian berusaha mengamankan pria berhelm. Dalam situasi tersebut, terjadi tindakan kekerasan terhadap pria tersebut sebelum petugas keamanan dan pria berkacamata berupaya menjauhkannya dari kerumunan.
Nampak pria berhelm biru yang mendekati Rieke (topi krem). (NTVNews.id)
Pria berhelm kemudian berhasil dibawa masuk ke dalam Gedung DPR. Ia selanjutnya dibawa oleh polisi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.
Belum diketahui secara pasti identitas pria berhelm tersebut maupun pria yang sebelumnya berupaya menghentikannya. Status dan latar belakang pria berkacamata itu juga masih belum diketahui, termasuk apakah ia merupakan bagian dari petugas keamanan.
Sementara itu, Rieke tampaknya tidak mengetahui secara langsung insiden tersebut. Ia terlihat melanjutkan aktivitasnya menuju Gedung DPR dan masih mendampingi wawancara dengan sejumlah awak media.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai dugaan senjata yang disebut dibawa oleh pria berhelm maupun motif keberadaannya di sekitar Rieke.
Pemuda berkacamata meringkus pria berhelm biru yang membawa golok saat demo di depan Gedung DPR RI. (NTVNews.id)