Pasca-Banjir Bandang Nepal, Sekitar 900 Wisatawan Asing Dilaporkan Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Agu 2026, 20:28
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-China di Nuwakot, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah perbatasan Nepal-China di Nuwakot, Nepal, pada Rabu (26/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekitar 900 wisatawan asing masih belum ditemukan di Nepal dan wilayah Tibet, China, Kamis, 27 Agustus 2026, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang menewaskan sedikitnya 180 orang.

Dewan Pariwisata Nepal mencatat sebanyak 644 wisatawan asing dan lokal hilang di sisi perbatasan Nepal. Mereka terdiri atas 178 warga India, 65 warga Amerika Serikat, 53 warga Ukraina, 51 warga Malaysia, 35 warga Australia, 33 warga Inggris, 25 warga Kanada, sembilan warga Singapura, dan delapan warga Jerman. Wisatawan lain yang juga masih hilang berasal dari Prancis, Hungaria, Swiss, Italia, Irlandia, Israel, Jepang, Kazakhstan, Portugal, Rusia, dan sejumlah negara lainnya.

Selain turis mancanegara, Dewan Pariwisata Nepal menyatakan sebanyak 127 wisatawan lokal asal Nepal juga masih belum diketahui keberadaannya. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi 100 warga negara China hilang di sisi perbatasan Nepal akibat terjangan banjir bandang tersebut.

Di wilayah perbatasan China, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian menyebutkan 260 warga negara asing masih belum diketahui keberadaannya di Tibet (Daerah Otonom Xizang). Data yang dirilis Pemerintah Nepal dipastikan tidak mencakup jumlah warga negara China yang hilang tersebut.

Berdasarkan analisis citra satelit, banjir bandang destruktif ini kemungkinan besar dipicu oleh runtuhnya bongkahan es berukuran besar yang terlepas dari gletser Himalaya, sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Hingga Kamis, 27 Agustus 2026 sore, Otoritas Nepal mengonfirmasi 177 orang meninggal dunia dan mencatat 826 orang lainnya masih dalam pencarian. Di saat bersamaan, otoritas China melaporkan tiga orang tewas serta 558 orang masih hilang, yang mana di dalamnya mencakup warga negara asing.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close