Banjir Bandang Nepal Hancurkan Pemukiman, 10.000 Keluarga Terdampak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 12:43
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir hingga Kamis malam, sementara 910 orang masih dinyatakan hilang. Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah yang terdampak banjir hingga Kamis malam, sementara 910 orang masih dinyatakan hilang. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Banjir bandang dahsyat yang menerjang Nepal memicu dampak kerusakan berkategori katastropik. Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) memperkirakan sedikitnya 10.000 keluarga kini kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam tersebut.

"Situasinya sangat parah dan menimbulkan kerusakan besar," kata juru bicara IFRC Tommaso Della Longa kepada CNN, Kamis (27/8).

Della Longa menjelaskan bahwa ribuan keluarga tersebut terpaksa hidup tanpa kediaman di tengah akses bantuan yang sangat terbatas. Proses evakuasi dan penyaluran logistik terhambat parah akibat hancurnya infrastruktur jalan serta jembatan, putusnya jaringan komunikasi, hingga terisolasinya sejumlah wilayah yang kini hanya bisa dijangkau melalui jalur udara dengan helikopter.

Dampak kehancuran di lapangan juga digambarkan secara dramatis oleh Kepala Delegasi IFRC di Nepal David Fisher. Saat diwawancarai BBC, ia mengungkapkan bahwa terjangan banjir yang mematikan tersebut telah menyapu bersih seluruh area pemukiman desa hingga kawasan pasar.
 

Berdasarkan analisis citra satelit, bencana ini diduga kuat bermula dari terlepasnya bongkahan es berukuran besar dari gletser Himalaya. Titik pelepasan tersebut diperkirakan berada sekitar 20 kilometer (12,4 mil) di sebelah timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Longsoran material berupa berton-ton es dan bebatuan itu jatuh menghantam aliran Sungai Bhotekoshi di bagian bawah. Benturan material dalam skala masif inilah yang meluapkan debit air secara mendadak hingga memicu banjir bandang di sepanjang aliran sungai.
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close