Ntvnews.id, Jakarta -Angka kematian akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Nepal melonjak menjadi 389 orang. Berdasarkan data terbaru yang dirilis kepolisian Nepal pada Kamis (27/8), bencana alam tersebut juga menyebabkan sedikitnya 466 warga mengalami luka-luka.
Guna menangani dampak bencana, sebanyak 8.348 personel kepolisian diterjunkan ke titik-titik terdampak untuk memimpin operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan. Di tengah upaya evakuasi yang terus berjalan, kepolisian memfokuskan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, termasuk 18 personel kepolisian yang dilaporkan hilang kontak.
Bencana banjir bandang dan longsor lumpur dahsyat ini melanda area perbatasan Nepal-China sejak Rabu (26/8) pagi waktu setempat. Luapan air dan lumpur dari wilayah Nepal bahkan mengalir deras hingga menghantam gerbang perbatasan Gyirong Port di kawasan Gyirong, Tibet, China.
Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah (Antara)