Update Banjir Bandang Nepal: 475 Orang Tewas, Ratusan Lainnya Masih Hilang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 16:23
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah Foto udara suasana rumah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Nuwakot, Nepal, Kamis, 27 Agustus 2026. Otoritas Manajemen Pengurangan Risiko Bencana Nasional Nepal menyatakan bahwa sebanyak 359 jenazah telah ditemukan di wilayah-wilayah (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Angka kematian akibat banjir bandang yang melanda Nepal terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan surat kabar Kathmandu Post yang mengutip sumber kepolisian setempat pada Jumat, 28 Agustus 2026, jumlah korban tewas kini telah menembus 475 orang.

Jumlah ini memutakhirkan laporan sebelumnya dari portal berita Ratopati pada hari yang sama, yang sempat mencatat angka kematian sebanyak 469 jiwa. Selain menelan ratusan korban jiwa, bencana besar ini juga menyebabkan ratusan warga lainnya masih dinyatakan hilang.

Guna mempercepat proses evakuasi di zona banjir, Angkatan Darat Nepal menerjunkan sekitar 4.000 personel militer ke titik-titik terdampak. Melalui operasi penyelamatan udara menggunakan helikopter, pihak tentara telah berhasil menyelamatkan 336 orang dari wilayah bahaya, yang mana 45 di antaranya merupakan wisatawan asing. Hal tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara Angkatan Darat Nepal, Raja Ram Basnet, pada Kamis, 27 Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan portal berita Nepal News

Bencana alam ini bermula pada Rabu, 26 Agustus 2026, lalu ketika guncangan gempa bumi memicu tanah longsor di kawasan pegunungan Nepal. Material longsoran tersebut mengakibatkan luapan arus air yang sangat dahsyat di sepanjang aliran Sungai Bhotekoshi hingga menerjang wilayah sekitarnya.

(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close