Prabowo Ajak para Peraih Nobel Kolaborasi Perkuat Ekosistem Riset Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 16:42
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajak para peraih Nobel untuk berkolaborasi dengan periset dan akademisi Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset Indonesia.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria seusai mendampingi Presiden Prabowo menerima kunjungan Presiden Timor Leste Ramos-Horta dan sembilan peraih Nobel di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

"Bapak Presiden tadi juga menyampaikan kepada para peraih Nobel untuk bisa
berkolaborasi dengan periset dan juga akademisi di Indonesia karena sangatbpenting sekali para peraih Nobel itu memberikan inspirasi kemudian bisa menjadi bagian dari ekosistem penguatan talenta riset di Indonesia," kata Arif di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Diketahui, Ramos-Horta merupakan peraih Nobel Perdamaian tahun 1996. Selain itu, hadir dalam pertemuan hari ini, di antaranya, peraih Nobel bidang Kimia tahun 2018 Frances H Arnold, peraih Nobel Perdamaian tahun 2014 Kailash Satyarthi, peraih Nobel Fisiologi tahun 2001 Sir Tim Hunt, peraih Nobel Kimia tahun 2021 Benjamin List, peraih Nobel Ekonomi tahun 1997 Robert C Merton, peraih Nobel Fisika tahun 2010 Sir Konstantin Novoselov, peraih Nobel Ekonomi tahun 2024 James A. Robinson, peraih Nobel Fisika tahun 2011 Brian P Schmidt, dan peraih Nobel Astro Fisika tahun 2024 Sara Seager.

Baca Juga: Presiden Timor Leste Kagumi Toleransi Indonesia, Sebut Patut Jadi Teladan Dunia

Arif mengatakan, Presiden Prabowo berharap kolaborasi tersebut bisa dilakukan secepatnya. Apalagi, BRIN saat ini sudah menjalin kerja sama dengan peraih Nobel Kimia dari Jepang, Susumu Kitagawa untuk pengembangan metal organic framework (MOF) yang digunakan untuk gas alam di Indonesia.

"Jadi sudah pernah saya sampaikan bahwa peraih Nobel Jepang ini
kemudian membangun sister lab di Indonesia dan sister lab di Indonesia ini
sekarang sedang mempersiapkan bagaimana menghasilkan gas alam dengan tekanan yang lebih rendah dengan menggunakan temuan hasil peraih Nobel itu," paparnya.

HIGHLIGHT

x|close