Pascakebakaran, Menbud Fadli Zon Siapkan Revitalisasi Desa Adat Sade dan Instalasi Pemadam

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 16:49
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengatakan pemerintah sedang menyiapkan langkah revitalisasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah kawasan tersebut dilanda kebakaran. Pembangunan instalasi pemadam kebakaran menjadi salah satu rencana untuk memperkuat pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Fadli Zon menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat, 28 Agustus 2026. Ia baru saja mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste sekaligus peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta.

"Ya arahannya kita akan pulihkan kembali, kita akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur, ada 75 kalau tidak salah bangunan adat, ada kios-kios juga, ada masjid, sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali revitalisasi dari Desa Adat Sade ini," kata Fadli Zon.

Menurut Fadli, karakteristik bangunan tradisional di Desa Adat Sade membuat kawasan tersebut memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran. Risiko tersebut semakin besar ketika musim kemarau panjang berlangsung akibat fenomena El Nino.

Sebagian besar bangunan menggunakan material seperti kayu, jerami, dan alang-alang yang membuat api berpotensi menyebar dengan cepat apabila terjadi percikan api maupun gangguan pada instalasi listrik.

"Ini kita alami juga pernah di desa adat di NTT dan juga di berbagai tempat lain. Ini tantangan ke depan, saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran, instalasi pemadam kebakaran, dan seterusnya," ujarnya.

Baca Juga: Desa Adat Sade Lombok Kebakaran, Ini Reaksi DPR

Kebakaran melanda Desa Adat Sade yang berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Berdasarkan pendataan Kementerian Kebudayaan, sebanyak 167 bangunan terdampak akibat kejadian tersebut.

Bangunan yang terdampak terdiri atas 75 rumah adat, 69 art shop, delapan lumbung alang-alang, satu masjid, serta sejumlah fasilitas umum lainnya. Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memperkirakan nilai kerugian mencapai sekitar Rp34 miliar.

Bencana tersebut juga berdampak terhadap sekitar 320 warga atau 120 kepala keluarga. Meski menyebabkan kerusakan cukup besar, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa.

Selain pemulihan fisik, Fadli mengatakan pemerintah membuka kemungkinan melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendukung penerapan standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di Desa Adat Sade.

Upaya tersebut dinilai penting karena Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

"Tentu, tentu, karena kan pada ujungnya di hilirnya yang kita harapkan ini menjadi semacam destinasi wisata, wisata budaya. Dan wisata budaya ini sekarang sedang tren, bahkan bisa mengimbangi wisata alam," katanya.

Fadli menambahkan, minat wisatawan domestik dan mancanegara terhadap destinasi berbasis budaya terus menunjukkan peningkatan. Karena itu, proses pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara menyeluruh agar kawasan tersebut dapat kembali berfungsi sebagai permukiman adat sekaligus destinasi wisata budaya.

HIGHLIGHT

x|close