Menko Muhaimin Sebut Transformasi Pesantren Bisa Jadi Jalan Putus Mata Rantai Kemiskinan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 22:25
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menko Muhaimin Iskandar Menko Muhaimin Iskandar (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mendorong transformasi pesantren melalui penguatan pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.

Menurut Menko Muhaimin, pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki ekosistem sosial dan ekonomi yang kuat serta berpengaruh langsung terhadap masyarakat di sekitarnya.

“Pesantren dilahirkan untuk menjadi pusat kajian dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar tempat mengaji. Pesantren harus terus-menerus menyadari kewajibannya untuk memosisikan diri sebagai pusat ilmu pengetahuan,” ujar Menko Muhaimin, 28 Agustus 2026.

Ia mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk keluar dari keterbatasan ekonomi. Menurutnya, semakin kuat pendidikan yang diterima masyarakat, semakin besar pula peluang mereka untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan taraf hidup.

“Saya bilang kepada Pak Presiden, salah satu pintu untuk mengatasi kemiskinan adalah pesantren. Salah satu cara mengatasi kemiskinan adalah melalui pendidikan. Pendidikan adalah pemutus mata rantai kemiskinan yang paling cepat,” katanya.

Karena itu, Menko Muhaimin mendorong pesantren untuk terus melakukan transformasi agar mampu menjawab perubahan zaman. Pesantren perlu memperluas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus memastikan pendidikan yang diberikan mampu membekali santri dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

Percepatan teknologi, khususnya AI dan ekonomi digital, menjadi salah satu perubahan besar yang tidak dapat dihindari. Menurut Menko Muhaimin, perubahan kompetensi kini berlangsung sangat cepat sehingga seluruh masyarakat, termasuk pesantren, harus memiliki budaya belajar yang terus-menerus.

Menko Muhaimin menilai penguasaan AI dan ekonomi digital dapat menjadi bagian dari proses transformasi pendidikan pesantren. Teknologi bukan hanya perlu dipahami sebagai alat, tetapi juga dimanfaatkan untuk memperluas akses pengetahuan, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pesantren.

“Transformasi sejati adalah transformasi yang berangkat dari potensi yang ada, bukan dari hal yang mengada-ada. Potensi yang ada dikembangkan dan ditumbuhkan untuk menjadi kekuatan yang produktif,” katanya.

Menurutnya, penguatan pendidikan juga perlu berjalan beriringan dengan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Sejarah pesantren menunjukkan bahwa pendidikan dan ekonomi sejak awal dapat berjalan berdampingan melalui pengelolaan aset produktif untuk menopang keberlangsungan pendidikan.

Dengan demikian, pesantren diharapkan tidak hanya melahirkan lulusan yang memiliki pengetahuan keagamaan, tetapi juga generasi yang memiliki keterampilan, kemampuan beradaptasi, jiwa kewirausahaan, dan kemandirian ekonomi.

Menko Muhaimin juga mengapresiasi FPTP yang terus mendorong peningkatan kapasitas pesantren melalui berbagai program, termasuk pelatihan AI dan ekonomi digital. Menurutnya, upaya tersebut penting untuk mempercepat proses transformasi agar pesantren mampu mengejar perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Ia berharap penguatan pendidikan dan penguasaan teknologi dapat menciptakan efek berantai bagi masyarakat di sekitar pesantren. Santri yang memiliki kompetensi dan kemandirian diharapkan dapat menjadi penggerak perubahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di lingkungannya.

“Transformasi itu adalah terus meng-upgrade hal-hal positif menjadi kekuatan kemajuan, serta mengubah potensi menjadi aksi nyata bagi kemajuan pesantren kita,” pungkas Menko Muhaimin.

HIGHLIGHT

x|close