Ntvnews.id, Jakarta - Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi meluruskan pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029. Ia menegaskan pandangan tersebut merupakan pendapat pribadinya dan tidak mewakili sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Budi Arie menjelaskan pernyataan itu disampaikannya ketika menghadiri silaturahmi kemerdekaan bersama Joko Widodo dan sejumlah relawan. Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam pertemuan tersebut tidak berarti setiap pandangan yang disampaikan peserta merupakan sikap mantan presiden tersebut.
“Kami menyadari bahwa ada pihak-pihak yang ingin membenturkan Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Karena itu, pernyataan itu sudah saya bilang, itu pernyataan saya pribadi, bukan pendapat dan sikap Pak Jokowi. Pak Jokowi cuma mendengarkan,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.
Ia menyebut pernyataan mengenai kemungkinan percepatan pemilu menjadi perhatian publik setelah rekaman pembicaraan dalam pertemuan tersebut tersebar dan viral. Budi Arie mengaku tidak mengetahui pihak yang merekam percakapan tersebut.
Baca Juga: PSI: Budi Arie Bukan Bagian dari Kami, Jangan Adu Domba Prabowo dengan Jokowi!
“Saya juga tidak mendesain rekaman. Saya juga tidak tahu siapa yang merekam awalnya. Tidak pernah memerintahkan untuk merekam. Tiba-tiba pernyataan saya itu viral. Saya tidak ada tendensi untuk memviralkan diri dengan pernyataan saya itu,” ujarnya.
Budi Arie kembali menjelaskan bahwa Jokowi dalam pertemuan tersebut lebih banyak mendengarkan pandangan yang disampaikan para peserta.
Ia mengatakan Jokowi juga memberikan penjelasan mengenai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk pertumbuhan ekonomi yang berada di kisaran 5 persen serta inflasi yang masih terkendali.
“Kalau Pak Jokowi menyampaikan ini kepada kita semua, keadaan tetap baik-baik saja. Ekonomi masih tumbuh 5 persen, inflasi masih terkendali 3,2 persen, kondisi ekonomi masyarakat masih baik. Justru Pak Jokowi menjelaskan kepada kita kondisinya. Keresahan-keresahan kita dijawab semua oleh Pak Jokowi,” katanya.
Menurut Budi Arie, berbagai pandangan yang muncul dalam pertemuan tersebut tidak dapat secara otomatis dianggap sebagai sikap Jokowi. Hal itu juga berlaku terhadap pernyataannya mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029.
Baca Juga: Budi Arie Minta Maaf Soal Polemik Omongan Pemilu Gak Sampai 2029: Saya Siap Tanggung Jawab
“Semua teman-teman yang hadir dalam pertemuan itu, kami menyampaikan kondisi apa adanya. Bukan berarti itu sikapnya Pak Jokowi. Harus dilihat dengan baik, karena Pak Jokowi itu pemimpin yang mau mendengarkan semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan wacana percepatan pemilu merupakan analisis pribadi dan bukan bentuk ajakan maupun langkah politik untuk mengubah jadwal Pemilu 2029.
Budi Arie juga menekankan bahwa setiap dinamika politik harus tetap dijalankan berdasarkan prinsip demokrasi serta ketentuan konstitusi.
“Pokoknya demokrasi dan konstitusi. Kita ikut aturan. Taat aturan,” ujar Budi Arie.
(Sumber: Antara)
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dalam konferensi pers di Jakarta (Antara)