Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memastikan seluruh layanan medis bagi masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak dipungut biaya alias gratis.
Skema pembiayaan pelayanan kesehatan ini akan dikoordinasikan melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menyatakan bahwa kesepakatan mengenai mekanisme pembiayaan ini telah dirampungkan.
Menurutnya, fasilitas kesehatan diharapkan mengutamakan tindakan medis terlebih dahulu tanpa mengkhawatirkan masalah administratif biaya.
"Kita sudah membuat kesepakatan dengan BPJS bahwa nanti mereka bisa menggunakan fasilitas BPJS dan klaim BPJS nanti akan dibayar melalui Dana Siap Pakai dari BNPB. Mudah-mudahan besok cair," ujar Dante di kantornya, 29 Agustus 2026.
Dante menegaskan, dalam situasi darurat bencana, keselamatan warga adalah prioritas utama. Oleh karena itu, masyarakat yang terdampak sama sekali tidak boleh dibebani oleh biaya pengobatan. Pemerintah akan menanggung seluruh biaya melalui klaim yang diajukan oleh fasilitas kesehatan.
"Jadi (korban) ditolong segera dan BPJS klaimnya dari pemerintah melalui DSP BNPB," tambah Dante.
Berdasarkan laporan terbaru dari BNPB hingga Jumat, 28 Agustus, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tersebut tercatat sebanyak 111 orang. Data ini masih sama dengan jumlah yang dilaporkan pada hari sebelumnya.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan tingkat fatalitas tertinggi, yakni mencapai 45 jiwa. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai Timur mencatat 38 jiwa meninggal dunia, dan Kabupaten Nagekeo sebanyak 13 jiwa. Sisanya tersebar di beberapa wilayah terdampak lainnya.
Di sisi lain, aktivitas tektonik di wilayah NTT belum sepenuhnya stabil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa susulan yang sangat tinggi. Hingga Jumat (28/8), BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 8.794 kali gempa susulan.
Dari ribuan gempa tersebut, kekuatan magnitudo bervariasi antara yang terkecil M 1 hingga yang terbesar mencapai M 6,2. Meskipun sebagian besar tidak merusak, sebanyak 152 gempa di antaranya dilaporkan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat setempat.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Istimewa)