Ntvnews.id, Jakarta - Pentagon bersiap menarik sekitar 200 tentara Amerika Serikat (AS) dari Nigeria mulai akhir September mendatang, demikian dilaporkan The New York Times (NYT) pada Kamis (27/8).
Beberapa tim kecil yang terdiri dari tenaga pelatih dan analis intelijen AS diperkirakan akan tetap tinggal setelah kontingen yang lebih besar pergi, menurut laporan NYT tersebut, mengutip sejumlah pejabat militer AS.
Pasukan AS dikirim ke Nigeria timur laut pada Februari lalu, beberapa pekan setelah Presiden AS Donald Trump mengkritik negara tersebut karena gagal melindungi umat Kristen dari serangan teroris, meskipun baik umat Kristen maupun Muslim sama-sama menjadi korban kekerasan, tambah laporan tersebut.
Misi pasukan AS itu tampaknya hanya membuahkan hasil yang terbatas, tulis laporan tersebut. Laporan itu menyebutkan, pada Sabtu (22/8) pekan lalu, sekelompok orang bersenjata melancarkan serangan besar-besaran terhadap sebuah pangkalan militer di wilayah timur laut Nigeria.
Dalam beberapa hari terakhir, kelompok bersenjata dilaporkan telah membunuh puluhan warga, termasuk seorang imam, di Nigeria barat laut, serta sedikitnya 25 orang dalam serangan terhadap sebuah desa di wilayah Nigeria tengah.
ANTARA
Baca Juga:Biaya Perang AS Melawan Iran Tembus Rp671 Triliun, Pentagon Minta Tambahan Dana
Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat (AS). ANTARA/Anadolu/py. (Antara)