Ntvnews.id, Tel Aviv - Putra Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Yair Netanyahu, dievakuasi dari Florida, Amerika Serikat (AS), dan dipulangkan ke Israel menyusul kekhawatiran terhadap ancaman pembunuhan yang diduga berasal dari Iran.
Evakuasi tersebut dilakukan oleh dinas keamanan Israel, Shin Bet, setelah muncul informasi mengenai potensi ancaman terhadap keselamatan Yair selama berada di Florida.
Dilansir dari Jerusalem Post, Senin, 31 Agustus 2026, Shin Bet telah mengonfirmasi laporan mengenai evakuasi tersebut.
"Memang terdapat ancaman serius yang membahayakan keselamatan Yair Netanyahu. Oleh karena itu, setelah dilakukan penilaian situasi, diputuskan untuk segera mengevakuasi dirinya beserta tim pengawalnya kembali ke Israel," demikian pernyataan Shin Bet.
Informasi awal mengenai dugaan rencana pembunuhan tersebut pertama kali diberitakan pada Selasa oleh Newsmax, media yang berbasis di Boca Raton, Florida. Laporan itu mengutip sumber penegak hukum AS yang disebut mengetahui perkembangan kasus tersebut.
Baca Juga: Netanyahu Sebut Iran Berupaya Bunuh Anaknya
Menurut laporan Newsmax, badan intelijen Israel telah mendeteksi dugaan rencana Iran untuk membunuh Yair di Florida pada Desember. Informasi tersebut kemudian disampaikan kepada otoritas Amerika Serikat.
Sumber AS yang dikutip Newsmax menyebut hasil penilaian intelijen menunjukkan sejumlah agen Iran telah berada di kawasan Miami. Mereka bahkan diduga melakukan pengawasan terhadap tempat tinggal serta aktivitas Yair.
Yair, yang selama berada di AS selalu mendapat pengawalan dari tim keamanan khusus Israel, kemudian diperintahkan untuk segera meninggalkan lokasi tersebut.
Ia dilaporkan meninggalkan Florida tanpa membawa barang-barang pribadinya dan langsung kembali ke Israel. Yair kini diketahui menetap di negara tersebut.
Sebelumnya, Benjamin Netanyahu mengungkap adanya dugaan upaya Iran untuk membunuh salah satu putranya. Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan Channel 14 pada pekan lalu.
Namun, Netanyahu tidak menjelaskan secara spesifik apakah putranya yang menjadi sasaran adalah Yair atau Avner.
"Ada sesuatu di sini yang tak terbayangkan. Iran mengincar salah satu putra saya. Iran mencoba membunuhnya-mencoba membunuh salah satu putra saya," ujar Netanyahu.
Laporan mengenai evakuasi Yair muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran serta kekhawatiran mengenai potensi serangan terhadap sejumlah tokoh yang memiliki keterkaitan dengan pemerintahan Israel.
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)