Mojtaba Khamenei Serukan Negara Muslim Bersatu Hadapi Musuh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 11:15
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Minggu (30/8) menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Muslim untuk mengenali Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Minggu (30/8) menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Muslim untuk mengenali (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyerukan para pemimpin negara-negara Muslim untuk mengenali pihak yang dianggap sebagai "musuh sejati", memahami strategi mereka, serta bersama-sama menghadapinya.

Seruan tersebut disampaikan Khamenei melalui pesan tertulis dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Menurut Khamenei, berbagai persoalan yang dihadapi dunia Islam dapat diatasi dengan menjaga persatuan, memperkuat persahabatan, serta meningkatkan kerja sama dalam melakukan kebaikan dan kebajikan.

"Nasihat saya yang tegas dan berulang kepada para pemimpin negara-negara Islam, terutama di kawasan Asia Barat dan Teluk Persia, adalah untuk mengenali musuh sejati Anda, memahami rencana mereka, dan melawannya," kata Khamenei.

Ia menyebut Amerika Serikat dan Israel sebagai "penguasa kriminal" serta "musuh bebuyutan" yang menurutnya mengancam persatuan dan hubungan persahabatan di antara negara-negara Muslim.

Baca juga: Iran Berupaya Perkuat Hubungan dengan Negara Muslim Tetangga

Khamenei juga menyatakan bahwa kedua negara tersebut merupakan "musuh" bagi Iran dan rakyatnya, kelompok yang disebut sebagai front perlawanan, serta dunia Muslim secara keseluruhan, termasuk negara-negara di kawasan Asia Barat dan Afrika Utara.

Lebih lanjut, ia mengimbau negara-negara Islam untuk menghindari konflik dan perselisihan internal. Menurutnya, setiap negara perlu saling memberikan dukungan sekaligus memperkuat kerja sama dan sinergi di antara negara-negara Muslim.

Khamenei menilai penonjolan perbedaan di antara negara-negara Islam justru dapat memberikan keuntungan bagi "pihak-pihak yang berniat buruk".

Ia menegaskan bahwa mempererat persatuan merupakan salah satu landasan penting dalam mewujudkan peradaban Islam.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close