Menpar: Kerugian Kebakaran Desa Sade Capai Rp34 M

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 16:01
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Sejumlah warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026). Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan segera merekonstruksi Desa Adat Sade dengan konsep yang dilengkapi sarana pendukung mitigasi bencana kebakaran guna menjamin keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. Sejumlah warga membersihkan puing-puing sisa kebakaran yang melanda Desa adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27/8/2026). Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan segera merekonstruksi Desa Adat Sade dengan konsep yang dilengkapi sarana pendukung mitigasi bencana kebakaran guna menjamin keamanan dan kenyamanan destinasi wisata. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebutkan total perkiraan kerugian akibat kebakaran yang melanda Desa Adat Sade di Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai Rp33,84 miliar.

"Kami telah mendapat laporan total kerugian ada Rp33,84 miliar dan kami telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah," kata Widiyanti dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VII di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. 

Widiyanti menyampaikan bahwa kebakaran di Desa Sade telah berdampak pada sejumlah bangunan. Ia menyebutkan total hunian yang terdampak sebanyak 75 unit, sedangkan yang terdampak di luar desa ada 20 unit.

Kemudian untuk tempat pertemuan yang terdampak seperti Berugak Sekenam, yakni bangunan tradisional khas Suku Sasak di Lombok, mencapai 4 unit, Berugak Sakepat enam unit, dan Bale Beleq satu unit. Sarana lain yang terdampak meliputi delapan lumbung padi, satu toilet umum, satu gerbang, satu pelonggu, satu masjid adat, serta 69 artshop milik UMKM lokal.
 
 
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan paparan dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (5/8/2025). <b>(ANTARA)</b> Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan paparan dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (ANTARA)
Ia menambahkan, pelaku wisata yang terdampak mencakup 75 orang pemandu lokal, 120 orang perajin tenun, 60 orang penjual suvenir dan UMKM, 30 orang penari dan pemain gendang belek, 15 orang pengelola parkir dan keamanan, serta 20 orang yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Sehingga total pelaku pariwisata ada 320 orang yang terdampak atau 189 kepala keluarga," ujar Widiyanti.

Guna mengatasi dampak musibah tersebut, Widiyanti menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait dan menyusun langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Pada skema penanganan jangka pendek, pemerintah melakukan penyediaan dan distribusi stok makanan untuk para korban terdampak, memberlakukan program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata, menyediakan trauma healing, serta memberikan bimbingan teknis dan pemberdayaan Pokdarwis.

Kementerian Pariwisata sendiri berupaya membuat dapur umum dan memberikan bantuan logistik melalui Politeknik Pariwisata Lombok yang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI/Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI). 
 
 
Desa adat Sade yang hangus terbakar.  <b>(Instagram @jak101fm)</b> Desa adat Sade yang hangus terbakar. (Instagram @jak101fm)

Selain itu, terdapat pula rencana pembangunan museum sementara dan masjid. "Sehingga saat event MotoGP nanti masih bisa dikunjungi oleh wisatawan," katanya.

Sementara pada penanganan jangka panjang, pemerintah berencana membentuk tim kerja lintas kementerian/lembaga untuk menghidupkan kembali Desa Sade, membentuk satu akun donasi, menyusun master plan rekonstruksi, hingga membangun rumah layak tinggal.

Ia menjelaskan bahwa Desa Adat Sade merupakan salah satu dari 21 dusun yang ada di Desa Wisata Rembitan. Dalam aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta), kategorinya masih tercatat sebagai desa wisata berkembang.

Setiap harinya, desa tersebut mampu menarik hingga 200 kunjungan wisatawan. Pada musim ramai (peak season) seperti libur tahun baru 2026, tingkat kunjungan bahkan bisa melonjak hingga 500 sampai 1.000 orang per hari.

Widiyanti membeberkan bahwa perputaran ekonomi di Desa Sade pada musim sepi (low season) berkisar antara Rp22,5 juta hingga Rp35 juta. Sedangkan pada musim ramai, perputaran ekonomi di sana dapat menyentuh angka Rp50 juta per hari.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close