BPOM Dukung Percepatan Regulasi untuk Advanced Therapy Medicinal Products

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 20:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026 di Jakarta, Sabtu (29/8/2026) Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam Dr. Boenjamin Setiawan Distinguished Lecture Series (DBSDLS) 2026 di Jakarta, Sabtu (29/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa penerapan regulasi yang adaptif merupakan langkah proaktif Indonesia dalam menyambut perkembangan pengobatan presisi dan Advanced Therapy Medicinal Products (ATMP).

Langkah ini diambil untuk mendorong perkembangan teknologi kesehatan dengan tetap menjamin standar keamanan, efikasi, dan mutu produk.

Kepala BPOM Taruna Ikrar di Jakarta, Senin (31/8), menjelaskan bahwa percepatan regulasi menjadi bagian krusial dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan yang mampu menjawab dinamika ilmu pengetahuan sekaligus kebutuhan masyarakat. Meski demikian, percepatan tersebut wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian serta pengawasan yang ketat.

“BPOM secara aktif mendukung inovasi dalam negeri melalui jalur regulasi khusus di setiap tahapan pengembangan produk, yang mengacu pada Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Penilaian Produk Terapi Advanced dan Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2025 tentang Persetujuan Pengembangan Obat Baru,” ujar Taruna Ikrar.

Oleh karena itu, BPOM terus mendorong sinergi antara pemerintah, regulator, industri, perguruan tinggi, dan fasilitas pelayanan kesehatan guna memperkuat ekosistem inovasi kesehatan nasional. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil riset menjadi produk kesehatan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
 
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar <b>(Antara)</b> Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar (Antara)
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi dukungan terhadap transformasi kesehatan berbasis bioteknologi. Ia menekankan krusialnya kemitraan dengan industri serta pemanfaatan sains, termasuk pemanfaatan data genomik melalui Biomedical and Genome Science Initiative (BGSI) untuk memperkuat ketahanan kesehatan nasional dan menyiapkan Indonesia menghadapi teknologi kesehatan generasi baru.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkes dalam forum diskusi untuk mengenang pendiri Kalbe Farma, Dr. Boenjamin Setiawan. Forum yang dihadiri 200 dokter, peneliti, akademisi, perwakilan pemerintah, serta pemangku kepentingan kesehatan ini membahas isu terkini seputar precision medicine, immune cell therapy, dan gene editing, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor demi mempercepat penerapan inovasi berbasis riset di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Irawati Setiady menegaskan komitmen pihaknya untuk terus menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan sains, inovasi, dan kolaborasi agar kemajuan teknologi kesehatan berdampak langsung bagi pasien dan masyarakat luas.

Melalui keterlibatan BPOM dalam forum ilmiah tersebut, sinergi lintas sektor diharapkan semakin solid dalam mengawal perkembangan teknologi kesehatan masa depan. BPOM berkomitmen untuk menghadirkan regulasi yang adaptif dan responsif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan tanpa mengesampingkan faktor keamanan, efikasi, serta mutu.
Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) <b>(NTVNews)</b> Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) (NTVNews)
 
 
(Sumber: Antara)
 
 

HIGHLIGHT

x|close