Pasca-Bencana di Nepal, Kemlu RI Tegaskan Seluruh WNI Dalam Kondisi Baik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 21:01
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) Para pekerja menggunakan ekskavator untuk membersihkan lumpur pascabanjir bandang di Dhunge Bazaar, Distrik Nuwakot, Nepal, Sabtu (29/8/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Nepal berada dalam kondisi selamat pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah tersebut pada 26 Agustus.

"Pantauan terhadap kondisi WNI seluruhnya dalam keadaan baik," ujar Heni saat memberikan keterangan kepada media secara daring dari Jakarta, Senin (31/8).

Heni merinci, total WNI yang terpantau di Nepal mencakup 45 orang yang berstatus sebagai menetap (residen) serta 6 orang wisatawan yang sedang berada di kawasan Kota Pokhara.

Dalam kesempatan tersebut, Heni turut menyampaikan pembaruan data mengenai dampak bencana secara keseluruhan di Nepal. Tercatat sebanyak 2.426 orang dilaporkan hilang, 4.451 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, dan 101 orang lainnya tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
 
Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah dalam media gathering di Jakarta <b>(Antara)</b> Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah dalam media gathering di Jakarta (Antara)

Dari deretan korban terdampak, terdapat wisatawan asing yang berasal dari 32 negara. Sebanyak 184 wisatawan yang sebelumnya dilaporkan hilang atau hilang kontak telah berhasil diselamatkan, sedangkan 420 wisatawan asing lainnya masih belum dapat dihubungi akibat kendala serta gangguan jaringan komunikasi di lokasi bencana.

Musibah banjir bandang ini dipicu oleh retaknya gletser di Gunung Langtang Lirung pada ketinggian sekitar 5.200 meter pada Rabu (26/8). Peristiwa tersebut memicu longsoran es dan material batuan skala besar yang meluncur deras menerjang kawasan lembah di sepanjang wilayah perbatasan.

Hantaman gelombang air bah yang bercampur dengan material lumpur tersebut meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Nepal, seperti Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, hingga Lembah Kathmandu, serta menimbun area perbatasan Gyirong yang berbatasan langsung dengan wilayah China.
 
 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close