NTVNews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menata aktivitas perdagangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Mulai Selasa, 1 September 2026, para pedagang ikan yang sebelumnya berjualan di trotoar hingga badan jalan diarahkan masuk ke area pasar.
Penataan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta mengurangi kesemrawutan di sekitar Pasar Kramat Jati sekaligus menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, proses pemindahan pedagang ikan menjadi bagian dari penataan dan revitalisasi Pasar Kramat Jati yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tertata.
Katanya, pedagang yang sebelumnya memanfaatkan trotoar dan badan jalan untuk berjualan kini telah diarahkan menempati area di dalam pasar.
Baca Juga: Mulai 31 Agustus, Pedagang Kramat Jati Tak Boleh Lagi Jualan di Trotoar
Pemkot Jaktim perketat penanganan kawasan Kramat Jati karena aktivitas pedagang (Pemkot Jaktim)
"Untuk revitalisasi pasar, tentunya ini menjadi tugas dari Pemerintah DKI Jakarta melalui BUMD yang ada. Termasuk besok yang sudah selesai dilakukan revitalisasi dan juga dilakukan pemindahan adalah di Kramat Jati," ungkap Pramono dijumpai di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Selain itu, orang nomor satu di DKI tersebut juga menuturkan akan meninjau langsung Pasar Kramat Jati setelah proses pemindahan pedagang dilakukan. Ia berharap masyarakat dapat melihat perubahan kondisi kawasan tersebut setelah pedagang ikan tidak lagi memenuhi ruas jalan di sekitar pasar.
"Jadi besok malam saya akan ke sana dan mudah-mudahan teman-teman bisa ikut melihat di Kramat Jati yang sudah begitu lama tidak terselesaikan," ungkapnya.
Menurutnya, masuknya pedagang ikan ke dalam pasar menjadi salah satu perubahan yang membuat kawasan Kramat Jati terlihat lebih tertata.
"Alhamdulillah sekarang ini para pedagang ikan yang dulunya di sepanjang jalan, sekarang bisa masuk ke dalam. Dan itu yang kemudian membuat Kramat Jati menjadi lebih baik," tutup Pramono.
Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026. (NTVNews.id/Adiansyah)