Geger 2 Pesawat Terbang Sangat Rendah di Atas Stadion

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 05:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Ntvnews.id, Cape Town - Aksi dua pesawat penumpang yang melintas dengan ketinggian sangat rendah di atas sebuah stadion di Afrika Selatan menjadi perhatian publik di media sosial. Sejumlah pengguna media sosial bahkan menilai manuver tersebut tampak seperti hampir terjadi tabrakan.

Dikutip dari Flightradar24, Selasa, 1 September 2026, kedua pesawat tersebut merupakan armada Airlink. Keduanya melakukan flypast dengan melintas rendah di atas DHL Stadium, Cape Town, Afrika Selatan, menjelang pertandingan rugby antara Afrika Selatan dan Selandia Baru pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Manuver tersebut menarik perhatian karena jarak pesawat dengan stadion terlihat sangat dekat. Aksi dilakukan beberapa saat sebelum pertandingan kedua dalam rangkaian laga bertajuk Rugby's Greatest Rivalry dimulai. Kedua pesawat melintas secara bersamaan dalam formasi di atas stadion yang dipadati penonton.

Pesawat yang berada di posisi depan dilaporkan melintas kurang dari 50 kaki atau sekitar 15 meter dari titik tertinggi DHL Stadium.

Berdasarkan penghitungan lebih rinci, jarak sebenarnya antara pesawat dan bagian atas stadion diperkirakan sekitar 41-46 kaki atau setara dengan 12,5-14 meter.

Perhitungan tersebut didasarkan pada data ADS-B yang mencatat ketinggian pesawat menggunakan tekanan udara standar. Untuk mendapatkan estimasi jarak pesawat dari permukaan bangunan secara lebih tepat, data harus dikoreksi dengan mempertimbangkan tekanan udara di lokasi, elevasi stadion, serta ketinggian bangunan.

Data penerbangan mencatat ketinggian ADS-B terendah sebesar 50 kaki. Setelah disesuaikan dengan tekanan udara lokal yang mencapai 1.019 hPa, ketinggian pesawat diperkirakan berada pada kisaran 205-210 kaki di atas permukaan laut.

DHL Stadium sendiri terletak hampir sejajar dengan permukaan laut dan memiliki ketinggian sekitar 164 kaki. Berdasarkan perhitungan tersebut, terdapat jarak bebas sekitar 41-46 kaki antara pesawat dan bagian tertinggi stadion.

Dua pesawat Airlink digunakan dalam manuver tersebut. Pesawat pertama adalah Embraer E195 dengan registrasi ZS-YDE, sedangkan pesawat kedua merupakan Embraer E190 dengan registrasi ZS-YAE.

Baca Juga: Pesawat Tempur Wara-Wiri di Langit Jakarta, TNI Ungkap Alasannya

Keduanya menggunakan livery khusus bertema Rugby's Greatest Rivalry. Embraer E195 tampil dengan dominasi warna hitam, sedangkan Embraer E190 menggunakan warna hijau dengan konsep desain yang serupa.

Selain terbang pada ketinggian rendah, kedua pesawat juga melaju dengan kecepatan sekitar 150 knot atau kurang lebih 278 kilometer per jam. Penerbangan dalam formasi pada ketinggian tersebut membutuhkan persiapan serta latihan khusus untuk memastikan keselamatan selama manuver.

Meski menjadi tontonan spektakuler bagi penonton di stadion, aksi tersebut juga memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menganggap posisi pesawat terlalu dekat dengan bangunan. Bahkan, beberapa orang mengaku khawatir pesawat dapat menyentuh atau menabrak atap stadion.

Airlink kemudian memberikan penjelasan mengenai penerbangan tersebut. Maskapai memastikan manuver telah direncanakan secara matang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur keselamatan yang berlaku.

Dalam pernyataan tertanggal 30 Agustus 2026, Airlink menjelaskan bahwa pelaksanaan flypast membutuhkan perencanaan detail serta latihan yang intensif. Maskapai juga menyebut Otoritas Penerbangan Sipil Afrika Selatan (SACAA) dan Air Traffic Navigation Services turut memberikan arahan, persetujuan, serta dukungan untuk memastikan penerbangan berlangsung dengan aman.

Airlink menambahkan bahwa kedua pesawat dikendalikan oleh awak dengan pengalaman tinggi. Setiap pesawat melibatkan tiga kapten senior yang masing-masing bertugas sebagai komandan, kopilot, serta petugas yang menangani aspek keselamatan dan teknis.

Maskapai menegaskan rekaman data penerbangan dari kedua pesawat menunjukkan bahwa manuver dilakukan dalam batas ketinggian dan kecepatan yang telah disetujui SACAA. Aksi tersebut juga telah melalui proses latihan sebelumnya.

Penerbangan rendah di atas stadion sebenarnya bukan tradisi baru dalam olahraga rugby di Afrika Selatan. Salah satu aksi yang paling dikenang berlangsung saat final Piala Dunia Rugby 1995, ketika pesawat Boeing 747 milik South African Airways melakukan flypast rendah di atas Stadion Ellis Park, Johannesburg.

TERKINI

Lagi, Serangan Udara Israel Tewaskan 5 Orang di Gaza

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 06:20 WIB

Iran Sebut Netanyahu "Ular" yang Menipu AS

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 06:05 WIB

Trump Sebut Minyak Venezuela Jadi "Hadiah" untuk Masyarakat AS

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:50 WIB

Geger 2 Pesawat Terbang Sangat Rendah di Atas Stadion

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:40 WIB

Iran Ungkap Serang Pangkalan Udara di UEA dengan Puluhan Drone

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:35 WIB

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 15 Orang Hilang

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:25 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close