Ntvnews.id, Gaza - Sedikitnya lima orang tewas dalam dua serangan udara Israel di wilayah barat Kota Gaza. Rumah sakit dan tim penyelamat setempat melaporkan adanya korban jiwa, sementara militer Israel mengklaim serangan tersebut ditujukan kepada anggota kelompok Hamas.
Dilansir dari AFP, Selasa, 1 September 2026, Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza mengatakan pihaknya menerima dua jenazah setelah sebuah serangan udara menghantam kawasan permukiman.
"menyusul serangan udara Israel yang menargetkan pintu masuk sebuah gedung hunian di dekat taman kota di Kota Gaza".
Beberapa waktu kemudian, rumah sakit tersebut kembali menerima tiga jenazah serta sejumlah korban luka. Korban disebut berasal dari serangan drone Israel yang menghantam sebuah kendaraan sipil di kawasan Tel al-Hawa.
"akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel yang menargetkan sebuah mobil sipil di kawasan Tel al-Hawa, sebelah barat daya Kota Gaza".
Dinas pertahanan sipil Gaza, yang menjalankan fungsi penyelamatan di bawah pemerintahan Hamas, turut mengonfirmasi kepada AFP mengenai jumlah korban dari kedua serangan tersebut.
Baca Juga: Menteri Garis Keras Israel Serukan Pembunuhan 30-40 Warga Gaza Tiap Malam
Foto yang dirilis dinas tersebut menunjukkan petugas memeriksa kendaraan yang menjadi sasaran serangan kedua. Mobil tersebut mengalami kerusakan parah hingga hampir seluruh bagiannya hancur dan hanya menyisakan rangka logam yang terbakar serta bengkok. Sejumlah warga tampak berkumpul di sekitar lokasi kejadian.
Ketika dimintai keterangan, militer Israel mengatakan kedua serangan itu menyasar anggota sayap militer Hamas.
Militer Israel menyatakan bahwa mereka "menyerang anggota sayap militer Hamas", yakni Brigade Ezzedine Al-Qassam. Mereka juga menyebut informasi lebih terperinci mengenai operasi tersebut akan disampaikan kemudian.
Serangan tersebut berlangsung meski gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat (AS) telah berlaku sejak Oktober 2025. Namun, kekerasan masih terus terjadi di Jalur Gaza, termasuk serangan Israel terhadap warga Palestina yang oleh Israel disebut sebagai militan.
Israel tetap menyatakan bahwa penghancuran ancaman yang ditimbulkan Hamas menjadi salah satu tujuan utama mereka. Kelompok tersebut diketahui melancarkan serangan besar terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang berkepanjangan di Gaza.
Menurut data Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, sedikitnya 1.318 orang telah meninggal dunia akibat operasi militer Israel sejak gencatan senjata diberlakukan. Kementerian tersebut berada di bawah otoritas Hamas, sementara data korban yang dikeluarkannya selama ini dinilai dapat dipercaya oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di sisi lain, militer Israel melaporkan lima tentaranya meninggal dunia dalam periode yang sama. Selain itu, seorang kontraktor sipil juga dilaporkan tewas.
Ilustrasi kerusakan infrastruktur Jalur Gaza. (Antara)