Asap Karhutla Indonesia Memburuk, Kualitas Udara Malaysia Masuk Kategori Bahaya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 05:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi, salahsatu sudut kota Kuala Lumpur, Malaysia Ilustrasi, salahsatu sudut kota Kuala Lumpur, Malaysia (ANTARA (Rosa Panggabean))

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia memburuk akibat kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa daerah di Indonesia.

Berdasarkan Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara Malaysia (APIMS), empat wilayah di negara bagian Sarawak tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori "bahaya" pada Senin, 31 Agustus 2026 pukul 20.00 waktu setempat.

Dalam klasifikasi Malaysia, indeks kualitas udara 0-50 menunjukkan kondisi sehat. Sementara itu, angka 51-100 tergolong sedang, 101-200 masuk kategori tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan angka di atas 300 dikategorikan sebagai bahaya.

Empat wilayah yang mencatat tingkat polusi tertinggi adalah Serian dengan indeks 433, Kuching 381, Samarahan 352, serta Sri Aman dengan indeks 339.

Selain itu, APIMS mencatat empat wilayah lain di Sarawak berada dalam kategori "sangat tak sehat (very unhealthy)." Keempatnya adalah Sarikei dengan API 294, Sibu 257, Mukah 219, dan Samalaju 207.

Sebanyak 13 wilayah lainnya tercatat memiliki kualitas udara dalam kategori "tak sehat (unhealthy)." Di antaranya Bintulu dengan API 184, ILP Miri 179, Miri 179, Kapit 170, Labuan 166, Limbang 162, serta Kota Kinabalu 156.

Baca Juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan Membusuk di Ruang Roda Pesawat Bandara Malaysia

Wilayah lain yang juga terdampak meliputi Kimanis dengan indeks 154, Sungai Petani 153, Seberang Perai 151, Keningau 140, dan Seberang Jaya 136.

Kabut asap dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Malaysia setelah kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Menghadapi kondisi tersebut, Kementerian Kesehatan Malaysia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara telah melampaui angka 100. Warga juga diminta segera mendapatkan pemeriksaan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau batuk yang berlangsung dalam waktu lama.

Pemerintah Malaysia turut memperketat pemantauan terhadap penyakit yang berkaitan dengan paparan kabut asap. Kesiapan fasilitas kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta tenaga medis juga diperkuat untuk menghadapi dampak polusi udara.

Malaysia juga berencana memanfaatkan mekanisme ASEAN dalam menangani persoalan kabut asap. Pemerintah Negeri Jiran memandang masalah tersebut sebagai persoalan regional yang membutuhkan penanganan bersama.

Di Indonesia, berbagai langkah telah dilakukan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. Petugas pemadam kebakaran, badan penanggulangan bencana, TNI, dan Polri dikerahkan untuk bekerja sama memadamkan api serta menangani titik-titik panas.

Indonesia juga menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan mengupayakan pembentukan hujan guna membantu proses pemadaman kebakaran.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut meminta negara-negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura, agar tidak saling menyalahkan terkait dampak asap karhutla.

Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan kebakaran hutan dan lahan tidak terbatas pada batas administrasi maupun wilayah negara. Karena itu, penanganannya membutuhkan kolaborasi antarnegara.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ujar Berton dalam keterangan tertulis, akhir pekan lalu.

TERKINI

Lagi, Serangan Udara Israel Tewaskan 5 Orang di Gaza

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 06:20 WIB

Iran Sebut Netanyahu "Ular" yang Menipu AS

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 06:05 WIB

Trump Sebut Minyak Venezuela Jadi "Hadiah" untuk Masyarakat AS

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:50 WIB

Geger 2 Pesawat Terbang Sangat Rendah di Atas Stadion

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:40 WIB

Iran Ungkap Serang Pangkalan Udara di UEA dengan Puluhan Drone

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:35 WIB

Banjir Bandang Terjang Grand Canyon, 15 Orang Hilang

Luar Negeri Selasa, 1 Sep 2026 | 05:25 WIB
Load More

HIGHLIGHT

x|close