Karhutla Lereng Gunung Semeru Meluas, Area Terdampak Diperkirakan Lebih dari 600 Hektare

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 09:45
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas gabungan membuat sekat bakar untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran di lereng Gunung Semeru, Minggu, 30 Agustus 2026 Petugas gabungan membuat sekat bakar untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah pergerakan kebakaran di lereng Gunung Semeru, Minggu, 30 Agustus 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Lumajang, Jawa Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di lereng Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, diperkirakan telah berdampak pada area seluas lebih dari 600 hektare. Namun, angka tersebut masih dapat berubah karena petugas masih melakukan pendataan dan pemantauan di lapangan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan petugas gabungan kini memusatkan penanganan pada pengendalian arah pergerakan api agar tidak mendekati permukiman.

"Petugas gabungan saat ini memprioritaskan pengendalian pergerakan api agar tidak memasuki wilayah yang berdekatan dengan pemukiman warga," kata Isnugroho saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin, 31 Agustus 2026 sore.

Ia menjelaskan penanganan di lapangan dilakukan dengan mengendalikan titik-titik api sekaligus mengantisipasi kemungkinan kebakaran bergerak menuju permukiman dan lahan milik masyarakat.

Baca JugaHelikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Semeru

Sejumlah titik api masih ditemukan di kawasan lereng Semeru yang termasuk dalam wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Sejumlah titik api masih terpantau di kawasan lereng Semeru yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), antara lain Blok Ayak-Ayak, Kalimati, Gunung Kolong, serta kawasan pertigaan Trisula Malang," tuturnya.

Menurut Isnugroho, kebakaran terus bergerak ke sejumlah lokasi. Api yang mengarah ke Kalimati kemudian bergeser menuju Gunung Kolong. Sementara itu, titik api masih ditemukan di kawasan Ayak-Ayak dan pertigaan Trisula Malang.

"Api semakin meluas mengarah ke Kalimati, lalu bergeser ke Gunung Kolong, sementara yang di Ayak-Ayak juga masih ada titik api, juga pertigaan Trisula Malang," katanya.

Baca JugaGunung Semeru Alami 21 Kali Gempa Letusan dalam 6 Jam, Status Siaga

Medan di lereng Gunung Semeru yang sulit dijangkau menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Kendaraan pemadam tidak dapat mencapai beberapa titik sehingga petugas harus melakukan penanganan secara manual melalui jalur darat dengan berjalan kaki.

Petugas juga membuat sekat bakar di sejumlah lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlambat laju api sehingga terdapat waktu dan ruang yang cukup untuk mencegah kebakaran mencapai permukiman serta lahan masyarakat.

"Bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak, langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya perlindungan. Pengendalian tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api, tetapi juga mengantisipasi arah pergerakan api agar risiko terhadap warga dapat ditekan," katanya.

Helikopter water bombing yang sebelumnya digunakan untuk membantu penanganan karhutla di kawasan Semeru kini telah dialihkan ke Kalimantan untuk mendukung pemadaman kebakaran di wilayah tersebut.

Dengan tidak tersedianya dukungan helikopter tersebut, penanganan melalui jalur darat serta langkah pencegahan menjadi semakin penting.

"Dengan kondisi tersebut, pengendalian melalui jalur darat dan pencegahan menjadi semakin penting. Petugas gabungan terus memantau titik api dan memperkuat sekat bakar di area yang dinilai memiliki potensi pergerakan kebakaran," ujarnya.

Isnugroho juga meminta masyarakat ikut membantu mencegah meluasnya karhutla. Warga di sekitar kawasan diminta menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan sumber api di kawasan hutan dan lahan.

Ia juga mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan kondisi kebakaran melalui petugas maupun sumber informasi resmi. Hal itu diperlukan agar warga tidak menerima atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Upaya pengendalian karhutla di lereng Semeru terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat. Pemantauan, pemadaman manual, dan pembuatan sekat bakar menjadi langkah yang dilakukan untuk menjaga agar api tidak berkembang menuju permukiman maupun lahan warga," katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close