Ntvnews.id, Taheran - Iran mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan sistem pertahanan udara generasi terbaru di tengah konflik yang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Dilansir dari AFP, Rabu, 2 September 2026, Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Alireza Elhami mengatakan sejumlah rancangan sistem pertahanan udara baru kini secara bertahap dikembangkan hingga menjadi perangkat yang dapat digunakan dalam operasi.
Elhami mengklaim teknologi tersebut sepenuhnya baru dan belum dimiliki oleh negara mana pun. Karena itu, menurutnya, sistem tersebut tidak dapat dibandingkan dengan perangkat pertahanan udara yang telah digunakan negara lain, sebagaimana dikutip dari kantor berita Iran, Mehr News.
Ia mengatakan Pasukan Pertahanan Udara Iran sebelumnya telah mengoperasikan sejumlah sistem produksi dalam negeri selama perang yang berlangsung selama 40 hari. Sistem tersebut diklaim berkontribusi dalam menjatuhkan lebih dari 200 pesawat milik pihak lawan.
Baca Juga: AS Pertimbangkan Serangan Balasan ke Iran, Trump: Kita Lihat Nanti
Menurut Elhami, salah satu kelebihan sistem pertahanan udara buatan Iran adalah minimnya informasi yang dimiliki lawan mengenai spesifikasi, kemampuan, serta metode pengoperasiannya.
Dalam sejumlah situasi, kata dia, pihak lawan bahkan tidak mengetahui sistem pertahanan mana yang digunakan untuk menghantam proyektil mereka. Mereka juga disebut tidak memiliki informasi yang memadai mengenai cara menghadapi sistem tersebut.
Elhami menjelaskan bahwa sistem pertahanan udara yang sedang dikembangkan akan memasuki tahap penyempurnaan setelah digunakan di lapangan. Pengujian tersebut akan dilakukan untuk mengevaluasi kinerja dan kemampuan sistem dalam kondisi operasional.
Setelah seluruh aspek teknis dan legalitas diselesaikan serta rancangan memenuhi standar kesiapan yang ditetapkan, sistem tersebut akan masuk ke tahap produksi.
Selanjutnya, Iran akan melakukan replikasi sistem untuk memperbanyak unit yang dapat digunakan dalam operasional pertahanan udara negara tersebut.
Ilustrasi - Bendera Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)