Dubes Rusia Soal WNI yang Jadi Tentara Bayaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov angkat bicara mengenai laporan yang menyebut delapan warga negara Indonesia (WNI) diduga bergabung sebagai tentara bayaran Rusia.

Tolchenov menegaskan bahwa pemerintah Rusia tidak melakukan perekrutan, termasuk melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia, untuk bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

"Kantor perwakilan Rusia di mana pun di Indonesia, sama sekali tidak melakukan rekrutmen untuk angkatan bersenjata Rusia," kata Tolchenov, seperti dikutip Antara, Rabu, 2 September 2026.

Ia kembali menekankan bahwa Kedutaan Besar Rusia di berbagai negara tidak memiliki keterlibatan dalam perekrutan warga negara asing (WNA) untuk menjadi bagian dari militer Rusia. Meski demikian, Tolchenov mengakui terdapat sejumlah WNA yang memilih bergabung dengan militer Rusia atas keputusan pribadi.

"Diakui memang tak sedikit warga negara asing di militer Rusia, tetapi kedutaan besar sama sekali tidak terlibat melakukan rekrutmen di dalamnya," ungkap Tolchenov.

Menurutnya, WNA yang berada di Rusia, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan, ada yang kemudian memutuskan bergabung dengan militer negara tersebut. Tolchenov menegaskan keputusan tersebut merupakan pilihan dan tanggung jawab masing-masing individu.

Terkait laporan delapan WNI tersebut, Tolchenov menyatakan Rusia terbuka untuk membantu proses pemeriksaan apabila Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) membutuhkan informasi atau meminta kerja sama. Pemerintah Indonesia sendiri masih melakukan verifikasi atas laporan tersebut.

"Jika mereka ingin menanyakan sesuatu kepada kami, tentu saja kami siap memberi penjelasan maupun bekerja sama," imbuhnya.

Baca Juga: 8 WNI jadi Tentara Rusia, Dasco: Lamarnya jadi Satpam-Diimingi Gaji Besar

Sebelumnya, Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) merilis informasi mengenai delapan WNI yang disebut-sebut direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia.

Dalam pernyataan yang diterbitkan pada 27 Agustus 2026, FISU menyebut informasi tersebut diperoleh setelah mereka mendapatkan salinan komunikasi Kementerian Luar Negeri Rusia yang berkaitan dengan pemrosesan visa bagi sejumlah WNI.

"Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan RF," demikian pernyataan FISU di laman resminya.

FISU menyebut delapan WNI tersebut berusia antara 29 hingga 47 tahun. Mereka diduga direkrut sebagai tenaga kerja dengan iming-iming upah tinggi, pekerjaan yang disebut tidak berkaitan dengan pertempuran, peluang memperoleh kewarganegaraan Rusia, serta berbagai fasilitas sosial.

Menurut FISU, sebagian besar orang yang direkrut bahkan disebut tidak mengetahui secara pasti ke mana mereka akan dikirim setelah bergabung.

Kemlu RI Masih Verifikasi

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah merespons laporan tersebut. Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah masih memantau perkembangan informasi sekaligus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di wilayah terkait.

"Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta bentuk keterlibatan individu yang disebutkan masih perlu dipastikan lebih lanjut," kata Yvonne dalam keterangan resmi, Senin, 31 Agustus 2026.

Pemerintah Indonesia juga akan menyelidiki kemungkinan adanya unsur penipuan maupun eksploitasi dalam proses perekrutan, termasuk jika terdapat WNI yang direkrut melalui tawaran pekerjaan yang ternyata tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

"Apabila terdapat WNI yang menjadi korban dalam proses tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengambil langkah pelindungan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Yvonne.

"Apabila keterlibatan WNI dalam angkatan bersenjata negara asing dimaksud terverifikasi, hal tersebut merupakan tindakan individual dan tidak merepresentasikan kebijakan maupun posisi Pemerintah Indonesia," lanjutnya.

Daftar 8 WNI yang Disebut Ukraina

FISU mencantumkan delapan nama WNI yang disebut telah direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia, yakni:

  1. Yuda Putra Pratama (kelahiran 9 Agustus 1997)

  2. Haryanto Dwi Kencana (kelahiran 14 Juli 1983)

  3. Erwanda (kelahiran 5 Agustus 1988)

  4. Ngangun Hudri Fadli (kelahiran 17 September 1978)

  5. Syaripudin Muhammad (kelahiran 3 Agustus 1994)

  6. Maulana M Hadi (kelahiran 7 April 1987)

  7. Iskandar Wahyu Oktavian (kelahiran 22 Oktober 1985)

  8. Helmi Nugraha Hakim (kelahiran 27 November 1983)

HIGHLIGHT

x|close