Istri Netanyahu Sebut Jenderal Israel Tahu Rencana Serangan Hamas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 08:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan Arsip - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, 1 Maret 2026. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa angkatan udara Israel menyerang Teheran dengan (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Sara Netanyahu, istri Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menuai kontroversi setelah menyampaikan dugaan terkait salah satu tokoh penting oposisi Israel. Ia mengklaim seorang jenderal telah mengetahui rencana serangan Hamas sebelum serangan 7 Oktober 2023 yang kemudian memicu perang di Jalur Gaza.

Dilansir dari AFP, Rabu, 2 September 2026, pernyataan Sara tersebut langsung mendapat kecaman dari kelompok oposisi Israel. Pernyataan itu juga memperlihatkan tajamnya perpecahan politik di Israel menjelang pemilu yang diperkirakan berlangsung ketat pada 27 Oktober mendatang.

Dalam wawancara televisi yang ditayangkan Senin (31/8) malam, Sara melontarkan kritik terhadap Mayor Jenderal Yair Golan, mantan Wakil Kepala Staf Militer Israel yang kini memimpin Partai Demokrat berhaluan kiri-tengah.

Sara menduga Golan "sudah berpakaian dan bersiap" pada pagi hari ketika serangan Hamas berlangsung pada 7 Oktober 2023.

"Sementara pihak-pihak lainnya tidak tahu apa-apa, termasuk perdana menteri," ucap Sara dalam wawancara tersebut.

Wawancara itu disiarkan Channel 14, stasiun televisi Israel yang dikenal memiliki kedekatan dengan pemerintahan Netanyahu.

Baca Juga: Putra Netanyahu Dievakuasi dari AS ke Israel karena Ancaman Pembunuhan Iran

Pernyataan Sara segera mendapat respons keras dari kubu oposisi. Partai Demokrat yang dipimpin Golan mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya "keji dan penuh tipu daya".

"Menyebarkan teori konspirasi yang menargetkan Mayor Jenderal Yair Golan, dan menodai kepahlawanannya pada 7 Oktober, merupakan tindakan yang melanggar batas yang mengarah pada kegilaan," kecam Partai Demokrat dalam pernyataan via media sosial X.

Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Israel yang kini disebut sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menantang Netanyahu dalam pemilu, turut mengecam pernyataan tersebut.

Eisenkot menyebut tudingan Sara sebagai "teori konspirasi pengkhianatan yang gila" yang diarahkan kepada salah satu tokoh militer Israel.

Ia juga menilai komentar tersebut "semata-mata bertujuan untuk memicu kebencian dan melanggengkan kekuasaan Netanyahu".

Dugaan yang disampaikan Sara sejalan dengan teori konspirasi yang selama ini beredar di kalangan sebagian politisi Israel. Teori tersebut menuding adanya pengkhianatan dari pihak internal yang disebut berkontribusi terhadap keberhasilan serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober 2023.

Benjamin Netanyahu sebelumnya telah menyangkal dirinya bertanggung jawab atas kegagalan mencegah serangan Hamas terhadap Israel. Berdasarkan penghitungan AFP, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 1.221 orang.

Netanyahu berargumen bahwa para pejabat keamanan seharusnya membangunkannya ketika ancaman serangan mulai diketahui.

Kontroversi terbaru terkait pernyataan Sara muncul ketika Israel menghadapi perpecahan politik yang semakin tajam dan bersiap menghadapi pemilu yang diperkirakan berlangsung sengit.

HIGHLIGHT

x|close