Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai pembahasan mengenai sosok yang berpotensi menggantikannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2028 masih terlalu dini. Pernyataan tersebut disampaikan ketika Trump ditanya mengenai kemungkinan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth maju sebagai calon presiden.
Trump tampak enggan menanggapi lebih jauh spekulasi terkait peluang Hegseth mencalonkan diri pada Pilpres 2028. Sebelumnya, NBC News melaporkan bahwa Hegseth disebut telah membicarakan kemungkinan untuk ikut dalam kontestasi tersebut.
Dilansir dari Reuters, Rabu, 2 September 2026, Trump justru memuji kinerja Hegseth sebagai Menteri Pertahanan dan menyebutnya telah menjalankan tugas dengan "luar biasa".
"Namun masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin, 31 Agustus 2026 waktu setempat.
Trump kemudian menekankan bahwa Partai Republik masih harus menghadapi agenda politik penting sebelum membicarakan Pilpres 2028.
"Kita harus melewati pemilu sela terlebih dahulu," ucapnya.
Partai Republik saat ini berupaya mempertahankan kendali atas dua kamar Kongres AS, yakni DPR dan Senat, dalam pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Baca Juga: Menteri Angkatan Darat Amerika Serikat Mundur
Hegseth merupakan veteran Garda Nasional Angkatan Darat AS yang sebelumnya dikenal sebagai pembawa acara di Fox News Channel. Pada Agustus ini, ia turut berkampanye untuk Partai Republik dalam Iowa State Fair, salah satu ajang yang kerap menjadi perhatian dalam dinamika politik AS.
Namun, Hegseth telah membantah kabar mengenai rencana pencalonannya pada Pilpres 2028. Melalui unggahan di media sosial pekan lalu, ia menyebut pemberitaan terkait ambisi politik tersebut sebagai "100 persen tidak benar".
Trump sendiri tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga karena konstitusi AS membatasi masa kepresidenan maksimal dua periode. Hingga kini, ia juga belum menentukan siapa yang akan menjadi penerusnya dalam memimpin gerakan politik "Make America Great Again" setelah masa jabatannya berakhir pada 2029.
Sejumlah nama telah mulai mendapat dukungan dari kelompok pendukung masing-masing. Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio termasuk dua tokoh yang disebut-sebut berpotensi maju dalam Pilpres 2028.
Trump mengatakan banyak pihak mungkin sudah mempertimbangkan kemungkinan tersebut, tetapi menurutnya Hegseth saat ini lebih memusatkan perhatian pada pekerjaannya di bidang pertahanan.
"Saya yakin ada banyak orang yang mempertimbangkannya, namun Anda tidak mengetahuinya. Saat ini, satu-satunya hal yang dia cintai -- dan satu-satunya hal yang dia pedulikan -- adalah militer dan upaya menyejahterakan militer," kata Trump merujuk pada Hegseth.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney (kanan). (Antara)
Trump juga terus menggunakan pengaruh politiknya untuk mendukung kandidat Partai Republik dalam pemilu sela 2026. Dukungan tersebut bahkan disebut telah membantu sejumlah kandidat penantang dari Partai Republik mengalahkan senator petahana.
Dalam unggahan di Truth Social pada Minggu, 30 Agustus 2026, Trump kembali menegaskan besarnya pengaruh dukungan politik yang dimilikinya.
"Ini, tidak diragukan lagi, merupakan dukungan paling berpengaruh dalam sejarah politik," tulis Trump dalam postingan Truth Social pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. (ANTARA/Anadolu) (Antara)