Proyeksi IHSG Rabu 23 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada AMRT dan BBRI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 07:00
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). Ilustrasi - Pengunjung melintas di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (7/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu 23 September 2026.

Adapun IHSG melanjutkan koreksinya sebesar 1,69 persen ke 6,277 pada penutupan perdagangan Selasa 22 September 2026 dan masih didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat

MNC Sekuritas dalam kajiannya memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave a dari wave (x). Dengan kondisi tersebut, IHSG diproyeksikan terlebih dahulu menguji rentang area 6.208-6.258.

"IHSG akan menguji dahulu rentang area 6.208-6.258," tulis MNC Sekuritas.

Sementara itu, area penguatan terdekat IHSG berada di 6.333-6.364.

Adapun level support IHSG berada di 6.267 dan 6.108. Sementara itu, level resistance berada di 6.440 dan 6.535.

Baca jugaIHSG Dibuka Dua Arah, Sempat Melemah ke Level 6.299

Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k <b>(Antara)</b> Pekerja berjalan melewati refleksi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026. IHSG perdagangan sesi I ditutup melemah 442,44 poin atau 5,31 persen ke posisi 7.887,16, dengan k (Antara)

Baca juga: Proyeksi IHSG Selasa 22 September 2026 dan Rekomendasi Saham, Ada ASII dan BBNI

Sejalan dengan proyeksi tersebut, sejumlah saham yang dapat dicermati diantaranya PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

AMRT

AMRT terkoreksi 0,76 persen ke 1,305 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi AMRT saat ini sedang berada di awal wave c dari wave (b).

Trading Buy: 1,290-1,305
Target Price: 1,350, 1,375
Stoploss: below 1,280

BBRI

BBRI terkoreksi 3,64 persen ke 3,180 dan didominasi oleh tekanan jual yang cenderung meningkat. Dimemperkirakan, posisi BBRI saat ini sedang berada pada bagian dari wave (iv) dari wave [c].

Buy on Weakness: 3,100-3,180
Target Price: 3,320, 3,420
Stoploss: below 3,080

PGAS

PGAS terkoreksi 3 persen ke 1,455 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah MA60. Diperkirakan, posisi PGAS saat ini sedang berada di akhir wave [c] dari wave X.

Trading Buy: 1,440-1,450
Target Price: 1,490, 1,525
Stoploss: below 1,425

TPIA

TPIA terkoreksi 3,72 persen ke 1,810 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Diperkirakan, posisi TPIA sedang berada pada bagian akhir dari wave v dari wave (c).

Buy on Weakness: 1,790-1,810
Target Price: 1,890, 1,955
Stoploss: below 1,765.

x|close