Ntvnews.id, Washington D.C - Situasi menegangkan terjadi di dalam pesawat American Airlines penerbangan 2398 yang melayani rute Atlanta menuju Dallas Fort Worth pada Jumat, 21 Agustus 2026 lalu. Sebuah laptop milik penumpang tiba-tiba terbakar dan mengeluarkan asap tebal ketika pesawat tengah berada di udara dan bersiap melakukan pendaratan.
Dilansir dari BBC, Rabu, 2 September 2026, Pesawat akhirnya dapat mendarat dengan selamat di Texas. Namun, berdasarkan keterangan otoritas penerbangan, satu penumpang harus memperoleh penanganan medis darurat setelah insiden tersebut.
Rekaman komunikasi penerbangan yang diperoleh CBS News memperlihatkan pilot melaporkan adanya dugaan kebakaran di bagian belakang kabin kepada menara pengendali lalu lintas udara (ATC).
Dalam komunikasi tersebut, pilot menjelaskan bahwa awak kabin sedang berupaya memadamkan api yang berasal dari perangkat elektronik milik penumpang yang berada di bagian tengah pesawat.
American Airlines kemudian memberikan apresiasi terhadap tindakan cepat para awak kabin. Respons tersebut dinilai berhasil mengendalikan dan mengisolasi sumber api sebelum pesawat melakukan pendaratan.
Baca Juga: Petugas Apron Tewas Tertabrak Pesawat Penumpang di Bandara
Insiden itu kembali menjadi perhatian terhadap potensi bahaya baterai litium yang digunakan pada berbagai perangkat elektronik. Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) mengingatkan bahwa baterai jenis tersebut dapat mengalami thermal runaway, yakni kondisi ketika suhu meningkat secara tidak terkendali.
Kondisi tersebut dapat dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk kerusakan fisik, paparan temperatur tinggi, terkena cairan, pengisian daya berlebihan, maupun kesalahan dalam penyimpanan.
Data FAA mencatat terdapat 58 insiden keselamatan penerbangan yang telah terverifikasi sepanjang 2026 dan berkaitan dengan masalah baterai litium.
Dalam catatan selama dua dekade terakhir, perangkat seperti pengisi daya portabel dan laptop menjadi penyumbang insiden terbanyak. Khusus kasus yang melibatkan laptop, jumlahnya tercatat mencapai 84 kejadian.
Otoritas keselamatan penerbangan internasional kembali menegaskan aturan yang melarang baterai litium dan power bank dimasukkan ke dalam bagasi tercatat yang ditempatkan di ruang kargo pesawat.
Ancaman serupa pernah terjadi pada penerbangan EasyJet dari Mesir menuju Inggris pada Mei 2026. Pesawat tersebut harus mengalihkan pendaratan ke Roma setelah petugas menemukan power bank yang tengah diisi daya di dalam ruang kargo.
Otoritas Penerbangan Sipil Inggris (CAA) juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap risiko kebakaran yang dapat ditimbulkan baterai litium.
Penumpang dianjurkan membawa perangkat elektronik yang menggunakan baterai litium ke dalam kabin. Dengan demikian, apabila terjadi peningkatan suhu secara ekstrem atau muncul percikan api, kondisi tersebut dapat segera diketahui dan ditangani oleh awak kabin.
ilustrasi pesawat. (Pixabay)