Bobby Nasution Pastikan Penanganan Pengungsi Erupsi Sinabung Berjalan Maksimal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 09:04
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau lokasi pengungsian di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, untuk memastikan proses evakuasi warga dari wilayah berbahaya akibat erupsi Gunung Sinabung, Selasa, 1 September 2026 Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau lokasi pengungsian di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, untuk memastikan proses evakuasi warga dari wilayah berbahaya akibat erupsi Gunung Sinabung, Selasa, 1 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Karo – Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution memastikan penanganan terhadap warga yang mengungsi akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung berjalan maksimal. Sebanyak 280 warga Desa Kuta Tengah, Kabupaten Karo, telah dievakuasi ke lokasi pengungsian setelah status Gunung Sinabung ditetapkan pada Level III atau Siaga.

Bobby meninjau langsung lokasi pengungsian di Desa Sukatepu, Kabupaten Karo, pada Selasa, 1 September 2026 sore. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi warga dari kawasan berbahaya berjalan dengan baik, sekaligus memantau pemenuhan kebutuhan dasar selama masa pengungsian.

"Yang paling utama kan mengevakuasi warga. Tadi disampaikan dari Badan Geologi, ada dua desa yang paling diutamakan, yang sangat masuk radius kalau terjadi erupsi. Salah satunya Desa Kuta Tengah," ujar Bobby di lokasi pengungsian.

Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan yang masuk dalam radius bahaya berdasarkan rekomendasi Badan Geologi. Pemerintah pun akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Jika aktivitas vulkanik meningkat, wilayah evakuasi dapat diperluas, sementara status gunung dapat diturunkan kembali ke Level II atau Waspada apabila kondisi mulai membaik dan dinyatakan aman.

Baca Juga: Erupsi Kembali Terjadi, Status Gunung Sinabung Ditingkatkan Menjadi Siaga

Selain memastikan proses evakuasi, Bobby meminta agar fasilitas di lokasi pengungsian benar-benar memadai sehingga warga dapat bertahan dengan nyaman selama masa tanggap darurat. Ia berharap para pengungsi tidak terburu-buru kembali ke rumah sebelum pemerintah menyatakan kondisi di wilayah tersebut aman.

"Kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu. Kita tidak ingin masyarakat yang mengungsi merasa tidak nyaman, kemudian tiba-tiba langsung kembali ke rumah," katanya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar bagi para pengungsi, mulai dari makanan, air bersih, tempat tidur, hingga toilet. Pemerintah juga merespons keluhan sejumlah warga yang sebelumnya sempat menunggu selama beberapa jam setelah meninggalkan rumah tanpa memperoleh makanan dan minuman.

"Kami dari provinsi datang ke sini bukan mau hanya lihat-lihat. Apa yang dibutuhkan silakan sampaikan, kami akan support. Makanan sudah kami siapkan, air bersih juga kami bawa," ujar Bobby.

Tak hanya kebutuhan pokok, pemerintah juga menyiapkan dukungan transportasi bagi anak-anak pengungsi agar kegiatan belajar mereka tidak terganggu. Permintaan warga terkait penyediaan bus untuk mengangkut siswa dari lokasi pengungsian pun telah direspons pemerintah.

Sementara itu, untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, pemerintah telah membagikan masker sejak erupsi pertama yang terjadi sekitar pukul 10.17 WIB. Penanganan di lokasi pengungsian melibatkan Pemprov Sumut, Pemkab Karo, TNI, dan Polri, dengan dukungan pos kesehatan serta kendaraan pelayanan medis yang telah disiagakan bagi masyarakat.

Baca juga: Gunung Sinabung Erupsi Kolom Abu Menjulang 3.500 Meter

Apabila masa tanggap darurat masih berlanjut, Pemprov Sumut akan memperkuat layanan kesehatan dengan mengerahkan bus pelayanan medis sesuai kebutuhan warga. Hingga saat ini, Bobby mengatakan belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun rumah warga akibat erupsi, sementara dampak terhadap perekonomian belum dihitung karena pemerintah masih memusatkan perhatian pada keselamatan masyarakat.

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, kawasan wisata di sekitar Gunung Sinabung juga ditutup untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki wilayah yang berpotensi membahayakan keselamatan. Pemerintah memastikan persediaan logistik dan bahan pangan untuk para pengungsi masih dalam kondisi aman dan akan terus dipantau selama masa tanggap darurat.

"Pemerintah memastikan ketersediaan stok logistik dan bahan pangan bagi para pengungsi masih aman serta akan terus dipantau selama masa tanggap darurat," katanya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close