Ntvnews.id, Jakarta - Jumlah santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin yang mendapat penanganan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo akibat dugaan keracunan MBG hingga Rabu (2/9/2026) pukul 07.22 berjumlah 84 pasien.
Data terbaru RSI Siti Hajar Sidoarjo mencatat sebanyak 84 pasien telah masuk dan mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Dilansir dari akun Suara Surabaya Media, Menurut dr. Iqbal Faizin Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo, dari total 84 pasien tersebut, sebanyak 34 pasien harus menjalani rawat inap. Sementara sisanya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.
Saat dipantau di RSI Siti Hajar pada Selasa (1/9/2026) malam, mobil ambulans terus hilir mudik membawa santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo yang didiga keracunan setelah mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG).
dr. Iqbal Faizin Direktur RSI Siti Hajar menjelaskan, pasien yang harus menjalani rawat inap umumnya mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan pusing.
View this post on Instagram
Mereka membutuhkan observasi lebih lanjut sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sebelumnya diberitakan, lebih dari 100 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).
KH Abdul Wahid Harun Pengasuh sekaligus Ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam menjelaskan, dugaan keracunan itu bermula setelah para santri menyantap makanan MBG selepas salat Zuhur.
“Dimulai dari setelah salat Zuhur itu anak-anak makan. Kemudian setelah salat Asar anak-anak mulai mual-mual dan muntah-muntah,” kata Gus Wahid saat on air di Radio Suara Surabaya.
Hingga Rabu (2/9/2026) pagi pukul 07.00 WIB, jumlah santri yang mengalami keluhan diperkirakan sudah lebih dari 500 orang, dibawa ke 8 Rumah Sakit. Mereka merupakan santri tingkat SMP dan SMA atau setara Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Jumlah tersebut berasal dari total sekitar 1.000 santri yang tinggal dan mengikuti kegiatan pendidikan di Pondok Pesantren Manbaul Hikam.
Baca Juga: BGN Latih Akuntan SPPG Demi Pertanggungjawaban Dana MBG
MBG Buka Kesempatan Zuharni Bekerja Dekat Rumah Sambil Urus Keluarga. (Antara)