Pramono Pimpin Apel Hadapi Puncak Musim Kemarau

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 10:21
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memimpin Apel Jaga Jakarta sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Sebanyak 1.027 personel lintas instansi dan 29 mobil tangki disiapkan untuk mengantisipasi kekeringan, krisis air bersih, kebakaran hingga penurunan kualitas udara di Ibu Kota.

Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau Tahun 2026 tersebut digelar di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu, 2 September 2026.

Pramono mengatakan kesiapsiagaan perlu diperkuat karena musim kemarau berpotensi memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Terlebih, kondisi El Nino diprediksi masih berlangsung hingga awal 2027.

"Terlebih dengan kondisi El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Dampaknya perlu diantisipasi, mulai dari kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, hingga penurunan kualitas udara," katanya.

Untuk menghadapi berbagai potensi bencana selama musim kemarau, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan 1.027 personel dari berbagai unsur. Personel tersebut berasal dari jajaran Pemprov DKI Jakarta, TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, PAM Jaya, PMI, relawan, serta mitra kebencanaan.

Selain pengerahan personel, pemantauan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi juga diperkuat. Koordinasi antarlembaga dilakukan agar setiap potensi persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kondisi darurat.

29 Mobil Tangki Disiapkan untuk Atasi Kekurangan Air

Pramono Anung <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Kekeringan dan keterbatasan air bersih menjadi salah satu perhatian utama Pemprov DKI selama musim kemarau. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyiapkan 29 mobil tangki yang berasal dari 10 instansi dan lembaga.

Pramono kemudian meminta seluruh jajarannya bergerak secara proaktif dan tidak menunggu hingga masalah menjadi lebih serius.

"Saya meminta jajaran untuk tidak menunggu masalah terjadi. Pastikan air bersih tersedia, cegah kebakaran, jaga kualitas udara dan kesehatan warga, serta pantau stok pangan. Masyarakat juga perlu dilibatkan untuk menggunakan air secara bijak, mencegah sumber api, memastikan APAR tersedia, dan segera melaporkan potensi kebakaran," tegasnya.

Kebakaran Jakarta Capai 457 Kejadian

Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9) <b>(Pemprov DKI)</b> Apel Jaga Jakarta Kesiapsiagaan Musim Kemarau Tahun 2026 di Lapangan Silang Monas Sisi Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9) (Pemprov DKI)

Ancaman lain yang menjadi perhatian selama musim kemarau adalah kebakaran. Data BPBD DKI Jakarta mencatat terdapat 457 kejadian kebakaran di Jakarta sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 240 kejadian terjadi pada Agustus 2026.

Dugaan penyebab kebakaran paling banyak berkaitan dengan persoalan kelistrikan, dengan 169 kejadian. Sementara itu, objek yang paling banyak terbakar adalah sampah, yakni sebanyak 122 kejadian.

Sebagai langkah pencegahan kebakaran dari lingkungan terkecil, Pramono meminta setiap RW di Jakarta memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

"Pengawasan terhadap titik rawan dan edukasi pencegahan harus diperkuat. Sedangkan untuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR), saya meminta setiap RW memilikinya, karena ini program sudah berjalan, saya yakin sekarang setiap RW sudah memilikinya," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara, kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau dapat segera menghubungi layanan darurat 112.

Setelah laporan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi terdampak.

"Setelah laporan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memfasilitasi distribusi air bersih ke lokasi yang membutuhkan. Ini yang kami sosialisasikan ke jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan agar bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan segera melaporkan ke 112 dan kami akan memfasilitasi dengan PAM Jaya untuk distribusi air bersihnya," kata Maruli.

x|close