Wagub Jatim Pastikan Penanganan Korban Dugaan Keracunan di Sidoarjo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 10:31
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, di Sidoarjo, Rabu (2/9/20206) menjelaskan kepada awak media terkait penanganan santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo usai mengalami kejadian dugaan keracunan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, di Sidoarjo, Rabu (2/9/20206) menjelaskan kepada awak media terkait penanganan santri Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo usai mengalami kejadian dugaan keracunan (Antara)

Ntvnews.id, Sidoarjo, Jawa Timur - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memusatkan perhatian pada penanganan korban dugaan keracunan yang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Selasa, 1 September 2026.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan seluruh korban saat ini telah mendapatkan penanganan dari rumah sakit dan tenaga medis. Hal itu disampaikan setelah dirinya mengunjungi para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo pada Rabu, 2 September 2026 dini hari.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.

Menurut Emil, hingga Rabu pukul 00.30 WIB, sebagian pasien sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah kondisi mereka dinyatakan membaik. Meski demikian, pihak rumah sakit masih bersiaga untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan korban lainnya.

Ia juga menyampaikan bahwa dugaan kejadian serupa ditemukan pada hari yang sama di sejumlah lokasi lain. Kesamaan dari sejumlah kasus tersebut adalah para korban menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa, 1 September 2026.

Baca juga: Ratusan Santri Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa, 1 September 2026" katanya.

Sebagai langkah penanganan, pemerintah menghentikan sementara operasional SPPG Kali Tengah. Penghentian tersebut dilakukan sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium serta evaluasi untuk mengetahui penyebab kejadian.

" Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Emil menegaskan seluruh biaya penanganan medis korban, baik yang dirawat di rumah sakit pemerintah maupun swasta, akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Baca Juga: BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina melaporkan hingga Rabu, 2 September 2026 pukul 00.45 WIB, terdapat 424 santri Ponpes Manba'ul Hikam yang menjadi korban dugaan keracunan. Selain itu, 24 orang dari luar lingkungan pesantren juga dilaporkan mengalami dugaan kejadian serupa.

Dari keseluruhan korban tersebut, sebanyak 173 orang telah diperbolehkan pulang setelah memperoleh penanganan medis.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close