Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Peru secara resmi mengecam berbagai kebijakan Republik Islam Iran sekaligus mengambil langkah tegas dengan memutuskan hubungan diplomatik antarkedua negara. Sikap tersebut disampaikan langsung melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Peru pada Selasa (1/9) malam.
“Berdasarkan komitmen historis terhadap perdamaian ... serta penghormatan terhadap hukum internasional dan pembelaan demokrasi, Pemerintah Republik Peru telah memutuskan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Kemlu Peru pada Selasa malam.
Dalam keterangannya, Pemerintah Peru menyoroti dengan keprihatinan mendalam terkait pembatasan ketat yang diberlakukan Iran di kawasan Selat Hormuz. Langkah Iran tersebut dinilai berpotensi mengganggu stabilitas serta kelancaran jalur perdagangan internasional.
Tak hanya itu, negara di kawasan Amerika Latin tersebut turut mengecam sikap Iran yang dinilai menghambat pelaksanaan tugas Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Hal ini merujuk pada penolakan berulang yang dilakukan pihak Iran terhadap akses para pengawas internasional ke fasilitas nuklirnya.
Kendati jalinan diplomatik resmi telah dihentikan, Pemerintah Peru memastikan bakal tetap membuka dan menjalankan layanan konsuler demi mengayomi warga negaranya yang berada di sana.
(Sumber: Antara)
Presiden Peru Keiko Fujimori melambaikan tangan saat tiba di Istana Pemerintah usai upacara pelantikan presiden resminya pada 28 Juli 2026 di Lima, Peru. (Antara)