Gerakan Cinta Prabowo Laporkan Budi Arie ke Bareskrim Terkait Dugaan Makar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 19:13
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan (tengah) memberikan keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gerakan Cinta Prabowo (GCP) melaporkan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri atas dugaan makar dan penghasutan.

Laporan tersebut berkaitan dengan video Budi Arie yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, Budi Arie menyampaikan kemungkinan momentum politik dan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.

Anggota Tim Kuasa Hukum Gerakan Cinta Prabowo Dony Endrassanto mengatakan laporan tersebut telah diterima oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

“Kegiatannya yang kita laporkan adalah dugaan upaya melakukan makar dan penghasutan. Sesuai dengan yang kita laporkan Pasal 193 Juncto Pasal 246 KUHP, dan telah diterima dengan baik oleh pihak penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim,” kata Dony di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 2 September 2026.

Ketua Umum GCP H. Kurniawan menjelaskan bahwa langkah hukum tersebut ditempuh sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai batasan-batasan dalam kehidupan demokrasi.

Baca juga: Budi Arie Sebut Demokrasi dan Konstitusi Harus Jadi Landasan Politik

“Hari ini saya menempuh jalur hukum untuk membuat pelajaran kepada semua rakyat Indonesia bahwa di sebuah negara demokrasi pun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar dan dilalui oleh siapa pun dalam bentuk pelanggaran hukum,” katanya.

Budi Arie sebelumnya menjadi sorotan setelah rekaman videonya viral di media sosial. Dalam video tersebut, Budi terlihat duduk di samping Presiden Ke-7 RI Joko Widodo ketika menyampaikan analisis mengenai kemungkinan momentum politik dan pemilu digelar lebih cepat sebelum 2029.

Setelah pernyataannya ramai diperbincangkan, Budi Arie kemudian menyampaikan permohonan maaf. Ia mengaku menyadari pernyataannya telah menimbulkan berbagai spekulasi dan salah penafsiran.

Menurut Budi Arie, pernyataan tersebut merupakan analisis dan pandangan pribadinya serta tidak berkaitan dengan pihak lain.

Baca jugaBudi Arie Tegaskan Pernyataan soal Pemilu 2029 Bukan Sikap Jokowi

“Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut,” kata dia dalam rekaman video yang diterima di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Budi Arie juga menegaskan bahwa pernyataannya tidak memiliki hubungan ataupun kaitan dengan Joko Widodo. Ia mengajak seluruh pihak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut,” kata mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close