Ntvnews.id, Jakarta - Juru Bicara Tim Qanun Asasi (pemenangan) KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, Abi Rekso, menyebut H. Muhammad Lukman Edy sebagai salah satu tokoh yang memiliki peran penting dalam keberhasilan Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Menurut Abi Rekso, Lukman Edy memiliki jaringan yang luas dengan sejumlah tokoh dan figur penting Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai wilayah Indonesia. Kedekatan tersebut dinilai membantu proses konsolidasi dukungan untuk Gus Kikin yang berlangsung dalam waktu relatif singkat.
“Kalau boleh jujur, persiapan ini hanya 2 minggu setelah Yai Kikin mantap untuk maju. Di bawah koordinasi Pak Lukman Edy seluruh tim bersinergi secara pararel. Alhamdulillah hasil dukungan 472 karena kerja cerdas yang solid," kata Abi Rekso dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Abi Rekso menuturkan Lukman Edy lahir di Teluk Pinang, Indragiri Hilir, Riau, pada 26 November 1970. Ia juga tercatat pernah mengenyam pendidikan Teknik Sipil di Universitas Brawijaya.
Baca Juga: Lukman Edy Laporkan Konflik Internal PKB ke Kemenkumham
Lukman Edy memiliki perjalanan panjang dalam lingkungan NU. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PKB Riau dan menjadi anggota DPRD Riau.
Sosok tersebut juga disebut sebagai salah satu tokoh Melayu yang ikut menghimpun kekuatan NU di wilayah Sumatera untuk bergabung dengan PKB yang kala itu dipimpin Gus Dur.
Pada 2005, Lukman Edy mendapat kepercayaan dari Muhaimin Iskandar untuk menduduki posisi Sekjen DPP PKB. Dua tahun kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuknya sebagai Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) untuk periode 2007-2009.
Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama kemudian menghasilkan susunan kepemimpinan baru. KH Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais ‘Aam, sedangkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dipercaya menjadi Ketua Umum PBNU.
Baca Juga: PBNU Tak Masalahkan PKB Laporkan Lukman Edy ke Bareskrim
Presiden Prabowo Subianto turut menghadiri pembukaan Muktamar NU pada Kamis, 27 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras. Prabowo juga hadir dalam agenda penutupan Muktamar NU pada Senin, 31 Agustus 2026.
Rangkaian kehadiran Presiden tersebut turut menunjukkan posisi NU dalam kehidupan kebangsaan serta hubungan organisasi tersebut dengan pemerintah.
Hal ini memposisikan bahwa Nahdlatul Ulama bukan saja sebagai organisasi pendiri bangsa. Melainkan juga, mitra strategis pemerintah dalam implementasi program pemerintah.
(Sumber: Antara)
Muhammad Lukman Edy, sosok penting di balik terpilihnya Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU.