Inggris Tak Bergeming Soal Kedaulatan Kepulauan Falkland

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 14:03
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Salah satu lokasi militer Inggris di Kepulauan Falkland. Arsip - Salah satu lokasi militer Inggris di Kepulauan Falkland. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Inggris kembali menegaskan posisinya bahwa Kepulauan Falkland merupakan dan akan tetap menjadi bagian dari Wilayah Seberang Laut Inggris. Penegasan ini disampaikan menjelang rencana pidato nasional Presiden Argentina, Javier Milei, yang dijadwalkan akan membahas klaim kedaulatan atas kepulauan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Inggris mengacu pada pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Parlemen, Uma Kumaran, yang disampaikan kepada parlemen pada Rabu (2/9). Pihaknya menyatakan bahwa posisi London dalam isu ini sudah berlangsung lama dan tidak mengalami perubahan.
 
"Kepulauan tersebut merupakan dan akan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Inggris, sesuai dengan keinginan penduduk Kepulauan Falkland," ujar seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris dalam keterangannya kepada Anadolu. Juru bicara tersebut menekankan bahwa hak masyarakat setempat untuk menentukan nasib mereka sendiri merupakan prinsip yang paling mendasar.
 
 
Langkah diplomatik Inggris ini merespons unggahan Presiden Milei di platform media sosial X pada Selasa. Dalam unggahan itu, Milei mengumumkan bakal menyampaikan pidato siaran nasional pada Kamis pukul 21.00 waktu setempat guna membahas "klaim historis" Argentina atas wilayah yang mereka sebut Malvinas.
 
Milei menilai isu kedaulatan tersebut sebagai perjuangan sejarah rakyat Argentina yang hingga kini kedaulatan nasionalnya terus dilanggar. "Kami akan terus membela kepentingan Bangsa Argentina dengan sekuat tenaga, tidak peduli siapa yang merasa terganggu," tegas sang presiden.

Dinamika geopolitik ini kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberi sinyal akan meninjau ulang dukungan Washington terhadap kedaulatan Inggris atas Kepulauan Falkland. Pernyataan Trump yang disampaikan kepada awak media di Gedung Putih pada Selasa itu dinilai berpotensi merenggangkan hubungan diplomatik antara AS dan Inggris.

"Saya selalu meninjau setiap posisi, itu hanyalah salah satu dari banyak posisi," kata Trump.

Sengketa klaim atas Kepulauan Falkland sendiri sejatinya telah mendapatkan ketegasan dari warga lokal melalui referendum yang digelar pada 2013. Dari total 1.517 suara yang masuk, sebanyak 1.513 warga memilih untuk tetap bernaung di bawah Wilayah Seberang Laut Inggris, sementara hanya tiga suara yang menolak.

 
(Sumber: Antara)
 

HIGHLIGHT

x|close