Serangan AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 20:02
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Foto yang memperlihatkan rambu tanda berhenti dengan gedung Capitol AS sebagai latar belakang di Washington, D.C., Amerika Serikat. Foto yang memperlihatkan rambu tanda berhenti dengan gedung Capitol AS sebagai latar belakang di Washington, D.C., Amerika Serikat. (Antara)

Ntvnews.id, PBB - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya aksi baku tembak antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan Guterres juga menyoroti laporan mengenai korban sipil akibat konflik tersebut, termasuk serangan yang dilaporkan mengenai sebuah upacara pernikahan di Iran.

"Sekjen PBB sangat prihatin dengan sejumlah laporan mengenai jatuhnya korban sipil, termasuk dalam serangan yang dilaporkan menghantam sebuah upacara pernikahan di Iran," kata juru bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric.

Guterres menegaskan kecamannya terhadap setiap bentuk serangan yang menyasar warga sipil. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat tetap memiliki kewajiban untuk mematuhi hukum humaniter internasional, termasuk prinsip pembedaan, proporsionalitas, dan kehati-hatian.

Baca JugaSekjen PBB Desak Lanjutan Negosiasi AS-Iran, Tekankan Tak Ada Solusi Militer

"Sekjen PBB menegaskan kembali seruannya untuk segera menghentikan aksi militer, dan mendesak semua pihak terkait agar menahan diri serta menghindari tindakan maupun retorika yang dapat memperburuk eskalasi ketegangan yang sudah tinggi," ujar Dujarric.

Dujarric mengatakan situasi tersebut telah membuat hanya sedikit negara di kawasan yang tidak terdampak eskalasi. Selain itu, gangguan juga terus dirasakan pada ruang udara dan sejumlah jalur pelayaran strategis.

"Eskalasi lebih lanjut ... akan menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan bagi warga sipil serta kawasan yang lebih luas dan lainnya," ujarnya.

Menurut Dujarric, konflik yang semakin meningkat di Timur Tengah memberikan dampak besar terhadap masyarakat sipil. Kondisi tersebut sekaligus menambah beban terhadap kebutuhan kemanusiaan dan pelaksanaan operasi bantuan di berbagai wilayah.

Baca JugaSekjen PBB Serukan Perdamaian Dunia dan Minta Perang Dihentikan

Situasi itu menjadi semakin mengkhawatirkan karena kawasan tersebut sebelumnya sudah menghadapi berbagai krisis kemanusiaan. Eskalasi di kawasan Teluk berpotensi memperburuk keadaan ketika operasi kemanusiaan telah menghadapi keterbatasan kapasitas dan pendanaan.

Guterres juga menyerukan agar AS dan Iran segera mengutamakan kembali jalur diplomasi. Dia menilai penyelesaian yang menyeluruh dan dapat bertahan dalam jangka panjang hanya bisa diwujudkan melalui proses dialog serta negosiasi.

(Sumber: Antara)

x|close