Kemenhub Pastikan Penanganan Insiden Pesawat Garuda GA-604 Sesuai Prosedur Keselamatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 16:36
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Penanganan insiden pecah ban pesawat Garuda Indonesia sesuai prosedur. Penanganan insiden pecah ban pesawat Garuda Indonesia sesuai prosedur. (Antara)

Ntvnews.id, Baubau, Sulawesi Tenggara - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan insiden yang dialami pesawat Garuda Indonesia GA-604 dalam penerbangan Jakarta-Makassar ditangani berdasarkan prosedur keselamatan penerbangan. Pesawat tersebut mengalami pecah ban pada salah satu roda utama ketika menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mengapresiasi langkah cepat dan koordinasi yang dilakukan berbagai pihak dalam menangani insiden tersebut. Pihak yang terlibat antara lain awak pesawat, pengelola bandara, AirNav Indonesia, Garuda Indonesia, serta tim teknis.

“Sehingga pesawat dapat mendarat dengan selamat dan penanganan pascakejadian dapat dilakukan sesuai prosedur,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa terkonfirmasi dari Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis, 3 September 2026.

Kemenhub menerima laporan mengenai pesawat Garuda Indonesia GA-604 bernomor registrasi PK-GFS dengan tipe Boeing 737-800. Pesawat tersebut melayani rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) atau Soetta menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG). Insiden pecah ban terjadi pada roda utama (main wheel) nomor 3 setelah pesawat lepas landas dari Soetta pada Kamis, 3 September 2026.

Baca JugaKemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing 8 Negara Bantu Atasi Kebakaran Hutan

Berdasarkan laporan yang diterima, pada pukul 05.52 WIB, Tower JATSC Bandara Internasional Soekarno-Hatta menyampaikan informasi kepada Pilot in Command (PIC) mengenai kondisi roda utama nomor 3 yang diketahui mengalami pecah ban setelah pesawat airborne.

Dua belas menit kemudian, tepatnya pukul 06.04 WIB, PIC melakukan komunikasi melalui Ground to Air (GTA). Setelah berkoordinasi, pilot memutuskan penerbangan tetap dilanjutkan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Koordinasi dengan pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan landasan pacu atau runway blocked setelah pesawat mendarat. Persiapan penanganan juga dilakukan untuk menghadapi kondisi pesawat ketika melakukan pendaratan.

“Pesawat GA604 kemudian mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA,” kata Lukman menjelaskan.

Baca JugaKemenhub Izinkan 35 Pesawat Asing Ikut Tangani Kebakaran Hutan Kalimantan

Usai pesawat tiba, landas pacu kemudian ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional sekaligus memungkinkan proses penanganan terhadap pesawat.

Lukman menjelaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar kemudian melakukan koordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia.

Dari pemeriksaan awal, tim menemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat selanjutnya dipindahkan atau ditowing dari runway menuju parking stand untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dan perbaikan, termasuk penggantian main wheel.

“Sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Lukman.

Sebagai langkah lanjutan, pemeriksaan serta pembersihan landas pacu dilakukan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas. Kemenhub akan melanjutkan koordinasi dan pemantauan terhadap pemeriksaan serta penanganan pesawat tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

(Sumber: Antara)

x|close