NTVNews.id, Jakarta - TNI Angkatan Laut (AL) tengah mendalami keterlibatan seorang personelnya yang diketahui mengawal anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna hadir dalam acara kontes transgender Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah keberadaan personel tersebut sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa membenarkan bahwa pria yang terlihat mendampingi Arya Wedakarna dalam kegiatan di Thailand merupakan anggota TNI AL.
Menurut Ary Mahayasa, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti status dan dasar penugasan personel tersebut. Ary Mahayasa menegaskan, TNI AL tidak akan membiarkan pelanggaran jika hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya kesalahan yang dilakukan personel tersebut.
"Kita sedang mendalami, kita sedang mempelajari, sedang mempelajari, terutama di pihak Lanal sendiri, nanti kalau memang anggota tersebut terbukti bersalah atau melanggar hukum akan kita tindaklanjuti secara prosedur," katanya kepada wartawan, Kamis, 3 September 2026.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Karena itu, TNI AL belum dapat menyampaikan kesimpulan mengenai alasan personel tersebut berada di Thailand bersama Arya Wedakarna.
Baca Juga: TNI Telusuri Prajurit AL yang Viral Hadiri Acara Miss Transgender di Thailand
Lihat postingan ini di Instagram
Baca Juga: Pesawat Cassa TNI AL yang Tergelincir di Bandara Hasanuddin Berhasil Dievakuasi
Selain memeriksa dugaan pelanggaran, TNI AL juga tengah menelusuri aspek administrasi terkait keberadaan personel tersebut sebagai pendamping Arya Wedakarna.
Ary Mahayasa menyebut, berdasarkan pemahamannya, personel tersebut memang telah menjadi ajudan anggota DPD RI tersebut sejak tahun lalu. Penugasan itu disebut memiliki surat resmi.
"Untuk perizinan, sebatas pemahaman saya itu sejak tahun lalu memang sebagai ajudan dari anggoat DPD tersebut, ada surat resminya. Kita masih dalami," ungkapnya.
Sementara, Mabes TNI turut buka suara dan menyatakan akan melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran terkait seorang prajurit TNI AL yang diduga hadir dalam acara tersebut.
Dalam acara itu terlihat anggota DPD RI asal Bali, Arya Vedakarna dan ajudannya, yang merupakan anggota TNI. Video kehadiran keduanya pun beredar di media sosial.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan setiap penugasan personel TNI memiliki dasar, mekanisme, dan ketentuan yang harus dipatuhi.
"Pada prinsipnya, setiap penugasan personel TNI memiliki dasar dan mekanisme serta ketentuan yang berlaku. Apabila ada hal yang di luar itu tentu akan dievaluasi," kata Nas di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Personel TNI AL menggelar apel kesiapan pasukan yang akan dikirim ke Gaza di Kolinlamil, Jakarta Utara, Kamis 19 Februari 2026. /ANTARA/HO-Pen Koarmada RI/am.