BGN Perkuat Standardisasi SPPG dan Keamanan Pangan untuk MBG 2027

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Sep 2026, 21:17
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono Kepala BGN Sudaryono (BGN)

NTVNews.id , Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat aspek teknis penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lewat dukungan anggaran Tahun 2027 untuk standardisasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), peningkatan kapasitas petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan kualitas dan keamanan pangan.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari Program Pemenuhan Gizi Nasional yang menyiapkan BGN untuk memastikan penyelenggaraan MBG berjalan dengan standar yang semakin baik dan mampu mendukung keberlanjutan layanan penyediaan gizi bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Kamis, 3 September 2026, saat memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun 2027.

Ia menjelaskan, anggaran BGN tidak hanya diarahkan untuk menyediakan makanan bergizi bagi penerima manfaat, tetapi juga mencakup berbagai komponen yang mendukung kualitas program penyelenggaraan. Dukungan tersebut meliputi sistem informasi, promosi dan edukasi, kerja sama dan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, pemantauan dan pengawasan, hingga penguatan tata kelola.

“BGN membangun bukan hanya program penyediaan pangan, tetapi ekosistem pelestarian gizi nasional,” ujarnya.

Sudaryono <b>(Ntvnews.id/Adiansyah)</b> Sudaryono (Ntvnews.id/Adiansyah)

Dalam penguatan aspek teknis, BGN mengalokasikan anggaran untuk kegiatan non-MBG dalam Program Pemenuhan Gizi Nasional sebesar Rp 373,3 miliar. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung standarisasi dapur SPPG, pelatihan petugas penjamah makanan, penguatan rantai pasok, serta pemantauan mutu dan keamanan pangan di seluruh wilayah kerja untuk mendukung penyelenggaraan MBG yang semakin terukur.

Untuk Tahun 2027, BGN menargetkan Program MBG menjangkau 72.464.886 penerima manfaat. Target tersebut terdiri atas 60.599.777 peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan serta 11.865.109 ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dengan terlindunginya penerima manfaat yang besar dan tersebar di berbagai wilayah, penguatan standar operasional menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas pelaksanaan program.

Ia menuturkan bahwa alokasi anggaran Tahun 2027 disusun untuk memastikan keinginan dan optimalisasi layanan penyediaan gizi nasional. Dukungan anggaran tersebut dapat memperkuat kapasitas BGN dalam menjalankan Program MBG secara berkelanjutan, sekaligus memastikan seluruh komponen program penyelenggaraan terus mengalami penguatan.

“Dengan kata lain, BGN membangun bukan hanya program pemberian makanan, tetapi ekosistem yang menyediakan gizi nasional,” tutup Sudaryono.

x|close