Ntvnews.id, Den Haag - Otoritas kesehatan Belanda melaporkan terdapat sembilan kasus infeksi virus West Nile di negara tersebut. Dari jumlah itu, satu pasien dilaporkan meninggal dunia.
Data tersebut disampaikan Institut Nasional Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda (RIVM) pada Kamis, 3 September 2026.
RIVM menjelaskan bahwa salah satu kasus ditemukan pada seorang pendonor darah. Sementara itu, kasus lainnya terdeteksi pada pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami gejala infeksi.
Virus West Nile dapat menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk yang telah terpapar virus tersebut.
Baca Juga: Temukan Parasit di Nyamuk, Korea Selatan Tetapkan Peringatan Malaria Skala Nasional
"Para dokter, dokter hewan, ahli virologi, ahli epidemiologi, dan ahli ekologi bekerja sama secara erat untuk memantau perkembangan dan penyebaran virus West Nile serta mengambil langkah-langkah yang tepat," kata RIVM dalam sebuah pernyataan.
Pada bulan sebelumnya, RIVM juga mengumumkan adanya warga Belanda yang meninggal setelah terinfeksi virus West Nile secara lokal di negara tersebut.
Menurut penjelasan RIVM, virus West Nile secara alami bersirkulasi di antara populasi burung. Virus tersebut kemudian dapat menular kepada manusia maupun mamalia lain melalui gigitan nyamuk yang membawa infeksi.
Baca Juga: Ilmuwan Kembangkan Nyamuk Rekayasa Genetik demi Hapus Penyakit Mematikan
RIVM menyebut sebagian besar infeksi, sekitar 80 persen, tidak menimbulkan gejala. Sekitar 19 persen kasus dapat menyebabkan gejala yang menyerupai flu, sedangkan sekitar 1 persen lainnya dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan disertai gangguan neurologis.
(Sumber: Antara)
Virus West Nile adalah virus dari keluarga Flaviviridae yang ditemukan di daerah tropis dan bersuhu sedang. Virus ini ditularkan melalui nyamuk. (Antara)