Ntvnews.id, Buenos Aires - Presiden Argentina Javier Milei menyatakan pemerintahnya akan menjatuhkan sanksi kepada perusahaan yang menjalankan proyek produksi minyak di Kepulauan Falkland, wilayah yang masih menjadi sengketa antara Argentina dan Inggris.
Milei menyampaikan rencana tersebut dalam pidato kenegaraan pada Kamis, 3 September 2026. Ia mengatakan pemerintah akan mempercepat proses pemberian sanksi terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan produksi minyak di kawasan tersebut.
"Malam ini, saya akan menandatangani dekrit untuk mempercepat prosedur sanksi terhadap individu yang terlibat dalam proyek produksi minyak," kata Milei dalam pidato kenegaraan, Kamis.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah Argentina adalah proyek produksi minyak Nativas Petroleum. Menurut Milei, proyek tersebut diperkirakan mulai beroperasi dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Presiden Argentina Tegaskan Komitmen Membela Kedaulatan Kepulauan Falkland
"Jika kita membiarkan hal ini terjadi, kita akan menciptakan insentif bagi pemerintah Inggris untuk semakin mengeksploitasi sumber daya kita," katanya.
Milei juga menyebut terdapat sejumlah proyek serta perusahaan lain yang dinilai dapat memberikan ancaman strategis terhadap kepentingan Argentina.
"Hal ini memerlukan respons yang proporsional dari kita," kata presiden.
Perselisihan antara Argentina dan Inggris terkait kedaulatan Kepulauan Falkland telah berlangsung selama puluhan tahun. Wilayah tersebut dikenal sebagai Kepulauan Falklands oleh Inggris.
Konflik kedua negara bahkan berkembang menjadi perang pada 1982. Pertempuran berlangsung selama beberapa pekan dan berakhir dengan kekalahan Argentina.
Baca Juga: FIFA Beri Sanksi ke Pemain dan Ofisial Timnas Argentina Gegara Keributan di Final Piala Dunia
Pada Maret 2013, pemerintah Kepulauan Falkland mengadakan referendum mengenai status wilayah tersebut. Hasilnya menunjukkan 99,8 persen pemilih memilih untuk tetap menjadi wilayah seberang laut Inggris.
Argentina hingga kini tidak mengakui hasil referendum tersebut.
(Sumber: Antara)
Arsip - Presiden Argentina Javier Milei. (ANTARA/Anadolu) (Antara)