Pengadilan Terbitkan Surat Penangkapan Sara Duterte

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Sep 2026, 18:10
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip - Wakil Presiden Sara Duterte Arsip - Wakil Presiden Sara Duterte (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Pengadilan di Filipina menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte terkait tuduhan ancaman serius. Informasi tersebut disampaikan pengacara Duterte, Paul Lawrence Lim, pada Jumat, 4 September 2026.

Menurut Lawrence, kliennya tidak akan menghindari proses hukum dan tetap akan menempuh langkah hukum yang tersedia.

Duterte "tidak akan menghindari" hukum dan akan terus menempuh upaya hukum, menurut Paul Lawrence Lim seperti dilaporkan harian Manila Times.

Pengadilan Negeri Quezon City, kata Lawrence, telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Duterte. Pengadilan juga menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso atau sekitar Rp33,7 juta untuk setiap dakwaan.

Departemen Kehakiman Filipina sebelumnya mengajukan tiga dakwaan "ancaman serius" terhadap Duterte. Dakwaan tersebut berkaitan dengan pernyataannya mengenai "pembunuhan" terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.

Pernyataan itu disampaikan Duterte dalam konferensi pers daring pada November 2024. Saat itu, ia menyatakan bahwa ketiga tokoh tersebut akan dibunuh apabila dirinya terbunuh.

Baca Juga: Penembakan di Sekolah Filipina Tewaskan Murid dan Pelaku

Sara Duterte yang kini berusia 48 tahun terpilih sebagai wakil presiden ke-15 sekaligus wakil presiden termuda Filipina pada 2022. Ia mendampingi Marcos dalam pemerintahan dengan masa jabatan tetap selama enam tahun.

Menanggapi perkembangan tersebut, kantor Presiden Marcos menyatakan bahwa mereka "menghormati setiap keputusan atau arahan dari pengadilan."

Selain menghadapi perkara pidana, Duterte juga tengah menghadapi proses sidang pemakzulan di parlemen.

Duterte merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte. Perjalanan politiknya dimulai pada 2007 ketika ia terpilih sebagai wakil wali kota Davao City dan menjabat hingga 2010.

Setelah itu, ia terpilih sebagai wali kota Davao City pada 2010 dan memegang jabatan tersebut hingga 2013. Duterte kemudian kembali memenangkan pemilihan wali kota pada 2016 dan 2019.

(Sumber: Antara)

x|close