Trump Kirim Utusan ke Moskow-Kyiv Bawa Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Sep 2026, 16:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirim dua utusan, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Moskow dan Kyiv. Keduanya ditugaskan menjajaki peluang untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari empat tahun.

Dilansir dari AFP, Sabtu, 5 September 2026, pengiriman kedua utusan tersebut menjadi langkah terbaru Washington dalam upaya membuka kembali jalur diplomasi yang mengalami kebuntuan. Konflik tersebut merupakan salah satu perang paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II dan bermula dari invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada 2022.

Seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada AFP pada Jumat, 4 September 2026 bahwa Witkoff dan Kushner dijadwalkan tiba di Kyiv pada Minggu.

Sementara itu, media Amerika Serikat, Axios, melaporkan bahwa kedua utusan tersebut akan terlebih dahulu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow pada Sabtu, 5 September 2026. Setelah itu, mereka dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Kyiv untuk bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Minggu, 6 September 2026.

Hingga kini, pihak Kremlin belum memberikan komentar mengenai rencana kunjungan tersebut.

Trump mengatakan Witkoff dan Kushner akan menjalankan misi untuk mengetahui kemungkinan tercapainya kemajuan dalam upaya perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

"Saya mengutus Steve Witkoff dan Jared Kushner, dua negosiator hebat. Mereka telah melakukan pekerjaan luar biasa, dan kami mengutus mereka untuk melihat apakah kita bisa mencapai sesuatu. Dan mungkin ada peluang bagus kita bisa mewujudkannya," kata Trump.

"Mereka membawa serta proposal untuk mengakhiri perang," ujarnya.

Baca Juga: Trump Senang Harry dan Meghan Tinggalkan AS: Mereka Tidak Sopan ke Ratu

Trump tidak menjelaskan secara terperinci isi proposal tersebut. Ia juga tidak memastikan apakah rencana itu mencakup penyerahan wilayah Ukraina kepada Rusia, sebagaimana pernah disinggungnya sebelumnya. Namun, Trump menyebut kedua utusannya membawa gagasan yang berkaitan dengan upaya mewujudkan perdamaian.

Rencana kunjungan tersebut juga menjadi perjalanan pertama Witkoff, yang dikenal sebagai rekan bisnis Trump, dan Kushner, menantu Trump, ke Kyiv yang masih terdampak perang. Kunjungan itu dilakukan setelah Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS dengan salah satu janji utamanya adalah mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.

Sebelumnya, Witkoff dan Kushner diketahui terlibat dalam sejumlah upaya diplomasi, termasuk perundingan mengenai gencatan senjata di Gaza serta persoalan yang berkaitan dengan Iran. Keduanya juga telah beberapa kali melakukan perjalanan ke Moskow dalam rangka menjalankan misi diplomatik.

Perang Rusia-Ukraina Masih Berkepanjangan

Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 <b>(Antara)</b> Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Langkah diplomasi terbaru Washington berlangsung ketika Rusia dan Ukraina masih terlibat dalam aksi saling serang menggunakan rudal jarak jauh dan drone. Intensitas serangan tersebut turut meningkatkan jumlah korban sipil.

Beberapa jam sebelum Trump mengumumkan pengiriman kedua utusannya, sebuah drone Rusia dilaporkan menghantam markas besar Dinas Keamanan Ukraina (SBU) yang berada di pusat Kyiv. Presiden Volodymyr Zelensky menyampaikan bahwa serangan tersebut menyasar kantor pelaksana tugas kepala badan tersebut.

Menurut Zelensky, insiden itu menjadi serangan pertama yang menargetkan markas utama SBU sejak Rusia memulai invasi skala penuh ke Ukraina.

Meski serangan tersebut tergolong belum pernah terjadi sebelumnya, Zelensky justru mengusulkan agar Rusia dan Ukraina memberlakukan gencatan senjata selama utusan Amerika Serikat menjalankan misi diplomatiknya.

Baca Juga: Trump Unggah Video AI yang Gambarkan Kehancuran Pulau Kharg Iran

"Tidak akan ada serangan udara dari pihak kami, dan Rusia juga harus menjamin gencatan senjata-tanpa melakukan serangan udara-selama waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pembicaraan ini," ujarnya dalam pidato malam hari.

Pemerintah Rusia belum memberikan tanggapan langsung terhadap usulan gencatan senjata yang disampaikan Zelensky tersebut.

Sebelumnya, Zelensky juga pernah memperingatkan bahwa wilayah udara Rusia akan menghadapi ancaman serius dari drone Ukraina apabila Moskow tetap melanjutkan perang.

Kunjungan Witkoff dan Kushner ke Moskow dan Kyiv dilakukan lebih dari sepekan setelah Direktur CIA John Ratcliffe melakukan kunjungan yang jarang terjadi ke Moskow. Berdasarkan laporan sejumlah media AS, Ratcliffe disebut telah memperingatkan Rusia agar tidak melakukan serangan terhadap negara-negara anggota NATO.

Pada awal pekan yang sama, Amerika Serikat juga menerima kehadiran Menteri Keuangan Rusia dalam pertemuan G20 yang berlangsung di North Carolina.

Rangkaian langkah tersebut menunjukkan adanya upaya baru untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih terus berlangsung.

x|close